JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Solidaritas Lawan Corona, 100 Masjid di Jerman dan Belanda Serentak Kumandangkan Adzan

Ilustrasi masjid. Pixabay

BERLIN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ada pemandagan menarik di kawasan Eropa khususnya Jerman dan Belanda. Mewabahnya virus corona yang tak terkendali di sejumlah negara di Eropa, membuat sejumlah kalangan punya cara-cara sendiri untuk melawan corona.

Seperti di Jerman dan Belanda, di mana masjid di negara tersebut mulai mengumandangkan adzan dengan pengeras suara sebagai bentuk dukungan bagi umat muslim melawan pandemi corona, sekaligus sebagai bentuk trauma healing.
Hampir 100 masjid di Jerman dan Belanda mengumandangkan adzan, mulai Jumat pekan lalu. Adzan bergema sebagai tanda dukungan bagi umat Islam di tengah pandemi virus corona.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Dilansir di The News, adzan ini dilantunkan dari masjid milik kelompok payung Turki-Muslim DITIB dan Islamic National View (IGMG), salah satu asosiasi Muslim-Turki terbesar di Jerman. Seorang perwakilan DITIB di Essen, Jerman, Fahrettin Alptekin, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa adzan itu dapat didengar dari lebih dari 50 masjid setempat.

Alptekin mengatakan, adzan yang disiarkan melalui pengeras suara tidak diperbolehkan di Jerman, kecuali untuk acara-acara khusus. Hal yang sama juga berlangsung di Belanda. Namun saat ini Belanda membolehkan mengumandangkan adzan dari masjid. Di Belanda penyiaran adzan melalui pengeras suara meluas untuk mempromosikan solidaritas terhadap virus.

Baca Juga :  Covid-19 Masih Merajalela di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat, Ini Saran Ahli Farmasi

Sumber: Youtube/Ruptly

Setelah Italia dan Spanyol, Jerman adalah negara di Eropa yang paling parah dilanda pandemi Covid-19. Korban tewas Jerman naik menjadi 1.230 pada Jumat, sementara korban tewas Belanda melampaui 1.487.

Sejak muncul di Wuhan, China, Desember lalu, virus corona baru telah menyebar ke lebih dari 195 negara dan wilayah. Data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat menunjukkan infeksi di seluruh dunia melonjak melewati 1 juta, dengan lebih dari 58 ribu kematian. Sementara itu, lebih dari 225 ribu orang telah pulih.

www.republika.co.id