JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tak Ada Akses Internet Saat Wabah Corona, Pelajar di Kepulauan Sumenep Tetap Masuk Sekolah

ilustrasi - Tak Bisa Akses Internet, Siswa di Kepulauan Sumenep Tetap Masuk Sekolah saat Masa Virus Corona. TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat pandemi corona, Pemerintah mengintruksikan proses belajar mengajar dilakukan secara online guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Tetapi ada daerah yang terpaksa tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar secara online.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, masih ada kegiatan belajar yang dilakukan di sekolah di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Wahid Wahyudi menyebut, sekolah yang tidak memberlakukan kegiatan belajar di rumah saat virus corona ada di sebuah pulau di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Pidato Sidang Umum PBB: Presiden Jokowi Tegaskan Setiap Negara Berhak untuk Akses Vaksin Covid-19, Sebut Vaksin Jadi Game Changer Perang Global Melawan Pandemi

Menurut Wahid Wahyudi, siswa di Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pulau Sakala, Kepulauan Kangean, masih melakukan kegiatan di sekolah.

“Karena tidak bisa internet, belajar mengajar tetap dilakukan di sekolah,” kata Wahid Wahyudi, Jumat (17/4/2020).

“Siswa masuk setiap hari tetapi protokol tetap dilaksanakan,” sambung dia.

“Jumlah siswanya juga sedikit sehingga bisa diatur jaraknya dan tetap pakai masker,” tambahnya.

Selain di Pulau Sakala, kata dia, ada sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep yang tidak bisa mengakses internet, namun masih bisa menggunakan SMS.

Baca Juga :  Alasan Pandemi Covid-19, Polri Tegas Tak Akan Keluarkan Izin Keramaian. Tak Terkecuali untuk Kompetisi Sepakbola Indonesia Liga 1 dan 2

“Ada lima lainnya (juga di daerah kepulauan Sumenep) itu hanya bisa pakai SMS,” ungkap dia.

“Proses belajar mengajarnya pun pakai SMS,” katanya.

Lebih lanjut, Wahid juga menjelaskan di daerah pegunungan di Pacitan ada daerah yang kesulitan mendapatkan akses internet untuk memberlakukan kegiatan belajar di rumah.

“Di sana ada tiga sekolah yang kesulitan mengakses internet,” ujarnya.

“Tetapi masih bisa menggunakan WhatsApp, sehingga kegiatan belajar mengajar menggunakan WhatsApp,” ucapnya.

www.tribunnews.com