JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tak Usah Mudik Dulu, Menag: Mudik Saat Wabah Corona Banyak Mudaratnya

Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Mudik atau pulang kampung menjelang Idul Fitri sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat di Indonesia.

Namun, Menteri Agama Fachrul Razi mengingatkan, mudik atau pulang kampung saat Ramadan dan lebaran lebih banyak mudaratnya (kerugian) di masa pandemi Covid-19.

“Mudik bisa menjadi sarana tersebarnya Covid-19 ke kampung,” kata Fachrul dalam keterangan resminya di laman Kemenag, Rabu (22/4/2020).

Baca Juga :  Terkuak Fakta Baru Kasus Mutilasi Kalibata City: Pelaku Cari Cara Memotong Mayat dari Medsos, Pakai Bubuk Kopi untuk Samarkan Bau

Fachrul mengimbau agar masyarakat tidak mudik tahun ini, dan menjalin silaturahmi dengan keluarga di kampung melalui telepon.

|Menurut Fachrul, mudik memang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia.

Meski dirasa berat, kata Fachrul, kebijakan pemerintah melarang mudik diambil demi kebaikan masyarakat selama wabah Covid-19 ini.

“Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden, mulai 24 April nanti melarang untuk mudik. Dan kami mendukung itu,” ujar Menag. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kesehatan bersama.

Baca Juga :  Sanksi Sosial Tak Efektif, Warga di Sidoarjo yang Kedapatan Tak Kenakan Masker Bakal Diancam Hukuman Penjara 3 Hari

Fachrul berharap larangan mudik tidak mengganggu kekhidmatan Ramadan yang segera tiba. Sebaliknya, masyarakat bisa lebih fokus menjalani ibadah di rumah.

“Mari semarakkan Ramadan dengan beribadah di rumah saja,” ujarnya.

www.tempo.co