JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tanggalkan Lockdown, Pemdes Sambungmacan Sragen Buat Solusi Lebih Manusiawi Lewat Pos Siaga Covid-19. Perangkat dan Pemuda Kompak Pantau 24 Jam, Semua Pendatang Langsung Digiring ke Balai Desa Untuk Diperiksa

Tim Siaga Covid-19 Desa Sambungmacan Sragen saat menyemprotkan cairan antiseptik detol ke salah satu warga perantau yang baru tiba di pos siaga di balai desa sebelum didata dan diperiksa guna mencegah penyebaran corona virus, Rabu (1/4/2020) malam. Foto/Wardoyo

loading...
Tim Siaga Covid-19 Desa Sambungmacan Sragen saat menyemprotkan cairan antiseptik detol ke salah satu warga perantau yang baru tiba di pos siaga di balai desa sebelum didata dan diperiksa guna mencegah penyebaran corona virus, Rabu (1/4/2020) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Merebaknya wabah covid-19 atau corona virus, menggerakkan semua elemen masyarakat di Sragen untuk melakukan penanggulangan.

Langkah kreatif dan solutif, salah satunya ditunjukkan oleh Pemdes dan warga di Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Ya, mereka memilih meninggalkan opsi lockdown atau penutupan akses secara total, dan menggantinya dengan membuat pos siaga covid-19 yang dipandang lebih manusiawi.

Dan hasilnya pun jauh lebih efektif. Hal itu terlihat Kamis (2/4/2020) siang, ketika para pelaku perjalanan (PP) atau semua pemudik yang baru pulang dari luar kota, secara sadar langsung menuju ke pos siaga di Balai Desa sebelum ke rumah.

“Saya habis pulang dari Bandung delapan hari lalu. Dulu begitu tiba langsung ke balai desa ini untuk lapor dan periksa. Setelah itu kami di rumah terus. Nah, tadi saya minum es tiba-tiba kok badan panas dingin, lalu saya datang ke balai desa untuk periksa. Alhamdulillah tadi diperiksa Bu Bidan, nggak apa-apa. Ada pos di balai desa ini bagus, membantu masyarakat,” papar Suharsi (42) warga Jatisumo RT 11, Sambungmacan.

Setelah Suharsi, di belakangnya beberapa warga yang baru pulang dari luar kota, bergiliran antri menuju balai desa untuk lapor dan diperiksa.

Setiba di balai desa, para pelaku perjalanan (PP) itu didata nama dan alamatnya. Kemudian diperiksa suhu tubuhnya pakai termometer digital sebelum diperiksa oleh tim yang terdiri bidan desa dibantu karang taruna.

Tim karang taruna memeriksa suhu tubuh dan bidan desa memeriksa kondisi warga yang tiba dari perantauan. Foto/Wardoyo

Setelah dinyatakan sehat, mereka baru dibolehkan pulang dan dipesan untuk melakukan karantina mandiri 14 hari tak boleh keluar rumah.

Kades Sambungmacan, Bondan Pratiwi mengungkapkan pos siaga covid-19 itu dirintis berkat kekompakan Pemdes bersama karang taruna dan bidan desa.

Hal itu dilakukan lantaran di desanya banyak sekali warga yang merantau dan diperkirakan pulang saat wabah corona melanda saat ini.

Baca Juga :  Tambah Lagi, Satu Pedagang asal Masaran Sragen Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Riwayat Baru Pulang dari Jakarta, Total Jadi 35 Kasus Positif

“Kami nggak mau lockdown atau menutup akses karena menurut kami enggak manusiawi. Efeknya jauh lebih buruk terhadap sisi kemanusiaan, bagaimana nanti perekonomian warga dan lain-lainnya malah nggak efektif. Akhirnya setelah ada imbauan dari kecamatan, hari Minggu (29/3/2020) kemarin kita langsung action sepakat membuat pos siaga 24 jam di balai desa,” paparnya ditemui di sela pemantauan, Kamis (2/4/2020).

Kades muda usia itu menuturkan pos digerakkan dengan memberdayakan perangkat desa dan 10 sinoman atau karang taruna di semua dukuh.

Mereka bertugas 24 jam dengan sistem dibuat shift siang dan malam bergantian. Setiap shift, ada satu perangkat desa yang bertugas sebagai pengawas.

Kades Bondan Pratiwi. Foto/Wardoyo

Bidan desa dan tim, siaga di balai desa untuk memeriksa semua warga yang tiba dari luar kota.

“Tujuan pos siaga ini memang lebih concern (fokus) mengawasi para pemudik atau perantau yang tiba. Karena desa kami banyak perantau. Nah, tim itu berbagi tugas. Ada yang koordinasi dengan grup perantau dan siaga di semua pintu masuk. Begitu ada perantau atau orang dari luar langsung kita arahkan ke pos dulu supaya tidak langsung ke rumah. Di pos, mereka kita data, kita semprot pakai detol anstiseptik. Mobil kita semprot desinfektan,” urai Bondan.

Jika ada warga yang nekat langsung ke rumah, maka akan dijemput oleh tim dan Bhabinkamtibmas. Selama 14 hari setelah tiba, semua PP tak boleh keluar rumah.

Lebih Efektif dan Bebas dari Kasus Covid-19

Mereka setiap hari selama 24 jam akan dipantau oleh tim serta diawasi warga sekitarnya yang saling berkoordinasi lewat grup WA dan hotline yang dibuat desa.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Wanita PDP Corona Asal Karangmalang Kembali Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-19 di Sragen, Begini Riwayatnya!

Jika ada gejala atau keluhan, warga bisa langsung datang ke pos untuk memeriksakan diri.

“Kami juga koordinasi dengan grup perantau. Mereka akan ngabari yang akan pulang. Kami juga imbau sebisa mungkin jangan pulang dulu, tapi kalau ada yang pulang, ya harus menaati prosedur PP tadi. Alhamdulillah ini lebih efektif,” tuturnya.

Bondan menuturkan sejak dibuka empat hari, hingga kini sudah ada 92 PP atau perantau yang didata di desanya.

Foto/Wardoyo

Dengan prosedur dan patuh pada imbauan karantina mandiri, sejauh ini belum ada warga yang mengarah pada gejala covid-19.

“Kalau sudah 14 hari mereka akan diperiksa lagi dan ketika sudah tidak ada keluhan, baru dilepas. Ini jauh lebih efektif karena kalau harus mendatangi satu persatu ke rumah, kita akan kewalahan. Apalagi kalau kami dari tim medis datang ke rumah dengan pakaian pelindung diri itu juga sangat sensitif memicu persepsi warga. Dikira sudah positif padahal baru mendata atau memeriksa. Dengan ada pos di balai desa, semua PP langsung dibawa ke sini dan diperiksa jadi lebih efisien. Baru kemudian dipantau bersama oleh tim dan warga,” ujar Bidan Desa Sambungmacan, Agnesha.

Dengan peran serta semua pihak dan pengawasan intensif 24 jam, Agnes menyampaikan hingga kini semua pendatang dan pemudik di Desa Sambungmacan, tidak ada yang berstatus ODP maupun PDP.

Inisiatif pembentukan pos siaga covid-19 itu mendapat apresiasi tinggi dari Pemkab. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat konferensi pers di Ruang Sukowati tadi siang mengapresiasi inisiatif desa yang sigap membentuk pos siaga covid-19 untuk memantau pemudik atau PP.

“Mereka bahkan sampai diberi seragam oleh desa. Itu bagus,” ujar bupati. Wardoyo