JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tertahan di Zona Merah Covid-19 Jabodetabek, Nasib 16.000 Perantau Asal Karanganyar yang Siap Mudik Kini Tergantung Instruksi Bupati

Para pemudik rombongan program mudik gratis tiba di Karanganyar. Foto/Humas Kab
Para pemudik rombongan program mudik gratis tiba di Karanganyar tahun lalu. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 16.000 perantau asal Karanganyar yang berada di daerah zona merah covid-19 Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dilaporkan masih tertahan niatnya untuk mudik ke kampung halaman.

Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik oleh Presiden Jokowi, dinilai memperkecil peluang mereka untuk bisa pulang mudik.

Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat masih menunggu instruksi dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono terkait boleh tidaknya warga di perantauan utamanya Jabodetabek, untuk mudik di Lebaran ini.

“Sebelumnya sudah kita surati supaya tidak mudik. Sampai saat ini sudah ada 16.000 pemudik yang tiba di Karanganyar. Informasi dari Karanganyar masih ada 16.000 pemudik di sana,” papar Plt Kepala Dishub Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Sundoro mengungkapkan berkaitan dengan larangan mudik, hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi dari Bupati Karanganyar.

Sebelumnya pihaknya telah berkirim surat kepada paguyuban warga Karanganyar (Pagaranyar) di Jabodetabek terkait imbauan supaya tidak mudik terlebih dahulu.

Menurutnya, sebelum munculnya larangan mudik, Dishub sudah melakukan penjaringan bua Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di empat titik seperti Terminal Palur, Jatiyoso, Matesih dan Karangpandan.

“Sementara kita masih penjaringan AKAP, karena waktu itu belum ada larangan. Tentunya nanti kita perketat sambil menunggu instruksi dari Pak Bupati,” terang Sundoro.

Baca Juga :  Menohok, Pernyataan Bakal Cawabup Wiwoho Ingatkan Pola Intervensi dan Menekan PNS dan Kades Justru Akan Berdampak Sikap Apatis Dari Rakyat!

Sejak Maret 2020 lalu, pihaknya sudah berkirim surat ke beberapa agen perusahaan otobus.

Intinya agar semua bus pembawa pemudik, bisa berhenti di titik pemberhentian pemudik guna melakukan pendataan sekaligus skrining.

Program nudik gratis yang biasa dilakukan menjelang Perayaan Idul Fitri juga sudah jauh-jauh hari ditiadakan di tengah pandemi virus corona.

Tahun lalu, Dishub bekerja sama dengan rekanan menyediakan 32 bus bagi para pemudik dari Jabodetabek. Wardoyo