JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dukung Presiden Larang Mudik, Bupati Sragen Sebut Tetap Tak Akan Menolak Warga Yang Masuk Sragen, Tapi…

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo yang memutuskan untuk melarang mudik.

Meski menilai agak terlambat, ia memandang kebijakan Presiden melarang mudik itu sesuai dengan harapan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Bupati menanggapi kebijakan larangan mudik dari Presiden di tengah meningkatnya kasus covid-19 saat ini.

“Alhamdulillah. Better late than never (lebih baik terlambat daripada tidak),” paparnya melalui pesan singkat, Selasa (21/4/2020).

Menurut bupati, keputusan Jokowi untuk melarang mudik sudah diharapkannya sejak beberapa waktu terakhir. Pasalnya, tanpa ada larangan dari pusat, pemerintah daerah juga tak bisa berbuat banyak selain menerima warganya yang ingin pulang ke kampung halaman.

Baca Juga :  Tambah Lagi 2 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Terus Meroket Jadi 469. Satu Orang Baru Pulang dari Boyolali, Satunya Tertular dari Sukodono, Total 65 Sudah Warga Meninggal Dunia

“Kita harapkan semua menaati. Itu (larangan mudik) sebenarnya sudah sangat diharapkan daerah,” urainya.

Dengan dikeluarkannya aturan larangan mudik, maka diprediksi tidak gelombang pemudik akan banyak berkurang. Perihal apa yang akan dilakukan Pemkab Sragen jika ada pemudik yang masuk, Yuni mengatakan tetap akan memperlakukan mereka sesuai SOP.

“Kita lakukan SOP (standart operating procedure) sesuai dengan yang sudah berlaku,” kata Yuni.

Sebagai langkah antisipasi pemudik, Yuni memang sudah menyiagakan Satgas Covid-19 di seluruh desa/kelurahan, khusus untuk memantau para pemudik.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Satgas ini nantinya bertugas memastikan para pemudik melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Kondisi kesehatan pemudik dipantau setiap harinya, sehingga jika ada pemudik yang mengeluhkan gejala mengarah Corona bisa segera ditangani.

“Saya tidak akan menolak orang yang sudah masuk ke Sragen. Tidak akan mungkin kita tolak. Apapun mereka adalah warga kita. Tapi saya bisa meminta untuk orang-orang yang sebenarnya tidak perlu untuk mudik untuk tidak mudik,” tandasnya pekan lalu. Wardoyo