JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Satu PDP Corona Asal Sragen Kota Diketahui Berprofesi Sebagai Pemuka Agama. Dikabarkan Sempat Ikut Seminar Keagamaan di Jawa Barat

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri satu pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Sragen yang dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro di Semarang, akhirnya terungkap.

Menurut keterangan warga tetangganya, pasien laki-laki berusia sekitar 40an tahun itu berdomisili di Sragen Kota bagian barat.

Menurut tokoh tetangga kampungnya, yang bersangkutan selama ini dikenal berprofesi sebagai pemuka agama.

“Memang benar ada satu tetangga kami yang dirujuk ke Semarang dengan status PDP Corona. Informasi dari pihak rumah sakit, semalam ditangani di RSUD Sragen tapi kondisinya memburuk sehingga langsung dibawa ke Semarang. Dia adalah tokoh agama dan informasinya sempat ikut kegiatan seminar keagamaan. Kalau tidak salah kegiatannya di Jawa Barat. Dia tetangga kami hanya beda gang saja,” papar AG, salah satu tokoh tetangga dekat pasien tersebut kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (11/4/2020).

Senada, LAN, tetangga lain yang tinggal berdekatan dengan pasien tersebut, juga menyampaikan jika pasien PDP itu memang dikabarkan sempat ikut kegiatan di Bandung.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Kajian Terbaru, Sragen Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19. Jumlah Kasus Positif 487, 378 Pasien Dinyatakan Sembuh, Izin Hajatan Sudah Diperbolehkan?

Kabar yang ia terima, ada banyak pemuka agama di seminar itu yang kemudian positif terpapar covid-19 karena dihadiri oleh pemuka agama yang juga dinyatakan positif covid-190

“Harapan kami mudah-mudahan bisa sembuh lah,” tukasnya.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui ketika memberikan pengarahan relawan Satgas Covid-19 di Kandangsapi, Jenar, Jumat (10/4/2020) mengatakan perkembangan yang diterimanya, kondisi satu PDP yang dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dilaporkan membaik.

“Kami belum mendapat laporan bagaimana progressnya. Tapi dari Kepala DKK menyampaikan Alhamdulillah perkembangan kondisinya mulai membaik,” terang bupati didampingi Kepala DKK Hargiyanto.

Seperti diketahui, pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut dirujuk dalam kondisi kesehatan memburuk dan mengarah pada gejala covid-19.

Kabar tersebut disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menggelar konferensi pers kepada wartawan terkait situasi covid-19 di Sragen hingga Rabu (8/4/2020).

Ia mengatakan hingga hari ini, ada lima pasien PDP Corona Sragen yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr Soeratno Gemolong.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Dari kelima PDP, satu orang terpaksa dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang. PDP asal Sragen Kota tersebut dirujuk karena mengalami perburukan kondisi.

Bupati kemudian menjelaskan semula PDP tersebut dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Namun kemudian terjadi perburukan kondisi pada pasien tersebut.

Perburukan itu diketahui dari hasil foto rontgen yang menunjukkan gejala pneumonia. Karena kondisinya makin menurun, pihak dokter memutuskan merujuk pasien itu ke Semarang.

“Dari gambaran rontgen ada perburukan. Ada tambahan infiltrat. Ada tambah-tambah banyak begitu, jadi kami rujuk,” urainya.

Ia juga menyampaikan saat awal masuk, PDP tersebut juga sudah menunjukkan gejala mengarah Covid-19 seperti demam dan batuk. Untuk sementara, pihaknya masih menunggu hasil tes swab PDP tersebut.

“Kami rujuk ke Semarang, karena RSUD dr Moewardi kondisinya penuh. Dengan demikian, untuk sementara data situasi COVID-19 di Sragen hingga hari ini, terdapat 5 PDP dan 116 ODP,” imbuhnya. Wardoyo