JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral dan Bikin Heboh, Video Penampakkan di Langit Awan Menyerupai Yesus, Juga Ada yang Sebut Mirip Orang Salat

video viral fenomena penampakkan awan menyerupai sosok manusia disebut-sebut seperti sosok Yesus. Tangkap layar Instagram @ndorobeii

JOGLOSEMARNEWS.COM – Belum lama ini sebuah video penampakkan di langit awan menyerupai bentuk manusia viral dan meghebohkan dunia maya.

Viralnya video ini pun heboh di grup-grup percakapan WhatsApps dan media sosial lainnya.

Seperti yang diunggah di akun Instagram @ndorobeii. Dalam video itu memperlihatkan dengan jelas gumpalan awan menyerupai manusia.

Bahkan banyak yang mengira bentuk manusia itu pun menyerupai Nabi Isa As atau Yesus bagi umat kristen. Penampakkannya seolah-olah Yesus sedang menyerukan sesuatu dari langit ke bumi.

Namun ada pula yang mengira awan itu menyerupai manusia seseorang yang sedang salat. Fenomena lagka bentuk awan itu menyerupai seseorang yang hendak akan sujud.

Ditambah yang membuat merinding video viral itu disertai suara kumandang adzan.

viral penampakkan awan menyerupai sosok Yesus di langit Sumatera Utara (Instagram @sahabatsurga)

“Heboh Awan Berbentuk Sosok Manusia di Sumatera Utara.

Sebuah awan berbentuk seperti manusia membuat warga di Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.”

Hingga berita ini dimuat video yang diunggah 3 hari lalu itu telah ditonton hingga 151 ribu kali.

Kemunculan video fenomena langka yang viral itu pun menuai ragam komentar. Seorang warganet menyebut dan mengira penampakkan tersebut seperti sosok Yesus.

@kalijakalin, “Jesus?.”

@diska_endi, “Lebih mirip ke nabi isa..”

Di tengah wabah virus corona, ada pula warganet mengaitkan kemunculan fenomena itu sebagai pertanda.

Baca Juga :  Surat Nikah dan Perjanjian Cerai Soekarno Dijual: Ini Pengakuan Tito, Cucu Inggit Garnasih, soal Kepemilikan Dokumen dan Alasan Menjualnya

@rizkiswndrs, “Maha Besar Allah dengan segala KebesaranNya.”

@ananta_simpleday, “Subhanallah itu adl kebesaran Allah SWT, sholat lah kaum muslim utk berdoa supaya wabah virus Corona lekas hilang.”

@irwan_ihwansyah90, “Lagi sedih melihat semua umat manusia dikasih cobaan wabah penyakit n sedihnya mau memasuki bulan ramadhan umat manusia dikasih cobaan wabah penyakit virus ini,

Ayoo kita mulai sadar kita kembali ke maha pencipta untuk meminta ampun dan meminta pertolongan n bersujud pada yg kuasa gusti Allah biar wabah penyakit ini hilang,,amin yra.”

@cressendo.store, “Klo ada yg prnh nonton film pas Yesus berdoa di taman getsemani, mirip begini posisinya.

Mungkin.. mengingatkan kita yg sdg lebih banyak waktu di rumah, utk lbh banyak menggunakannya utk berdoa, baca kitab suci sesuai agama masing2. Ambil positifnya aja.. menurut sy lho ya.”

@fitri_vd, “Takuttt yaallah takut nabi isa udh turun kebumi jd lah kiamat terjadi.”

Berikut simak videonya:

Penjelasan Ilmiah

Fenomena awan memang kerap terjadi dan terkadang menampakkan bentuk yang manusia kenali.

Seperti mirip hewan, mirip manusia atau objek-objek lainnya yang lebih spesifik seperti wajah.

Seringkali fenomena itu pun kerap dikait-kaitkan dengan hal-hal supranatural.

Rupanya ada penjelasan ilmiah kenapa manusia melihat benda yang mirip.

Dalam penjelasan ilmiah hal itu disebut sebagai Pareidolia.

Dikutip dari berbagai sumber, Pareidolia bisa disebut sebagai sebuah fenomena ketika melihat pola dari objek-objek yang menjadi penyebab seseorang melihat dari gambaran kabur, seakan-akan menyerupai sesuatu yang signifikan.

Hal yang menarik dari para pengidap Pareidolia ini, kerap dalam berbagai fenomena berkaitan dengan religiusitas.

Seperti mempersepsikan dikaitkannya dengan citra tokoh maupun simbol agama.

Seperti Yesus, Bunda Maria dan Lafadz Allah.

Studi di Finlandia mengemukakan bahwa orang-orang yang religius atau yang secara kuat meyakini kekuatan supernatural, lebih cenderung untuk melihat wajah di benda tak bernyawa dan lanskap.

Dikutip dari sumber yang sama, Carl Sagan, menyebut bahwa hal itu merupakan kemampuan bawaan manusia.

Seseorang akan mengenali wajah dari jarak jauh meski dengan rincian minim.

Hal itu pula menyebabkan mereka menafsirkan gambar acak, pola cahaya maupun bayangan sebagai sebuah bentuk atau wajah.

www.tribunnews.com