JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Viral Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi Saat Lockdown, Dikarantina di Hotel Mewah Satu Orang Satu Kamar

video instagram @sahabatsurga Mahasiswa Indonesia dapat fasilitas mewah di Arab Saudi. video instagram @sahabatsurga

JOGLOSEMARNEWS.COM — Pandemi virus corona atau Covid-19 hingga kini belum terkendali, sejumlah negara memutuskan untuk melakukan lockdown lokal, salah satunya di Arab Saudi.

Dalam video yang beredar salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Ummul Quro Makkah Al Mukaromah terpaksa tidak bisa pulang di saat wabah virus corona.

Untuk itu pemerintah Arab Saudi memberikan fasilitas berupa menginap di hotel bintang di kota Makkah.

Dikutip Wartakotalive.com dari instagram @sahabatsurga, Rabu (8/4/2020) video yang dikirim dari seorang mahasiswa Indonesia bernama Ali Rahman yang memperlihatkan fasilitas kamar yang didapat dari Pemerintah Arab Saudi.

Dalam situasi karantina wilayah satu orang mahasiswa dapat satu kamar.

Bismillah kita mulai di karantina satu orang satu kamar seluruh mahasiswa Ummul Quro, masya allah. Alhamdulillah dapat kamar dengan pemandangan yang ajib nih. Alhamdulillah dapat rezeki dari Allah,” ujar mahasiswa tersebut.

Hotel yang didapat mahasiswa asal Indonesia ini di depannya terdapat masjid yang sangat indah.

Menurut rencana para mahasiswa itu harus ikuti aturan karantina di hotel selama satu bulan.

Alhamdulillah dapat fasilitas yang baik, dengan makanan yang tak putus-putusnya. Sehingga kita bisa konsentrasi murojaah, baca-baca. Luar biasa perhatiannya padahal kita mahasiswa asing loh,” tuturnya.

Soal kabar mahasiswa Indonesia yang harus jalankan karantina wilayah dibenarkan Ahmah Ansori seorang penulis dari Konsultasi Syariah.

Dikutip dari facebooknya, dia menuliskan para mahasiswa Ummul Quro sesuai perintah Pemerintah Arab Saudi harus ikuti karantina wilayah.

Jelang subuh dapat kiriman WA dari seorang sahabat yg sedang studi di Universitas Ummul Quro Makkah Al Mukaromah

Masya Allah pemerintah Saudi,Mahasiswa UQU (Universitas Ummul Quro) dikasih tempat utk tindakan pencegahan di hotel berbintang. 1 kamar 1 tolib (mahasiswa)

Bukan karantina yah. Ini utk emang social distancing aja.

Trus karena lockdown Bagi yg ga mampu bakal ada bantuan bahan pokok. Dan semua biaya rumah sakit ditanggung Hatta (sampai pun) yg ilegal. Yg penting semua yg hidup diatas tanah saudi sehat dan selamet. Itu yg dpt hotel masya Allah makan 3 kali sehari maufur gratis tis.”

Tag Ust Aldi Mursalat Lc (Mahasiswa Pascasarjana UQU, prodi Fikih)

MasyaAllah, terimakasih Malik Salman, semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sebaik-baik balasan, dan untuk seluruh pemimpin negeri kaum muslimin.

Inilah negeri yang orang bilang ‘wahabi itu’. Betapa sayang dan dermawannya kepada manusia.

Jelang subuh dapat kiriman WA dari seorang sahabat yg sedang studi di Universitas Ummul Quro Makkah Al Mukaromah :"…

Posted by Ahmad Anshori on Monday, March 30, 2020

Arab Saudi menerapkan karantina wilayah (lockdown) dan larangan keluar-masuk 24 jam pada tujuh distrik di Kota Jeddah.

Sebelumnya hanya menerapkan jam larangan keluar dari pukul 15.00-06.00 waktu setempat.

Kebijakan ini untuk menekan laju penularan coronavirus baru (Covid-19). Arab Saudi mengumumkan kasus pertamanya pada 2 Maret 2020.

Lockdown, berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi, diterapkan di Distrik Kilo 14 Junub, Kilo 14 Shimal, Ghulel, Al Gurayat, Kilo 13, dan Petromin. Peraturan berlaku per Sabtu (4/4).

Kendati demikian, warga tetap diizinkan keluar ke toko untuk kebutuhan pangan dan rumah sakit dari jam 06.00-15.00 di distriknya masing-masing kala terdesak.

Kota Jeddah merupakan pusat pelabuhan laut dan udara. Terdapat puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) di sana.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi pada Rabu 8 April, total pengidap Covid-19 sebanyak 2.795 orang.

Pasien yang sembuh 615 orang dan 41 jiwa meninggal. Dari data itu, pengidap di Jeddah mencapai 307 orang.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19