loading...

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah foto tangkapan layar berisi percakapan di grup WhatsApp (WA) guru dan orangtua murid viral di media sosial.

Foto tersebut memperlihatkan percakapan orangtua murid yang kesal melihat tugas yang diberikan kepada anaknya selama belajar di rumah.

Tangkapan layar percakapan grup tersebut antara lain diunggah oleh pemilik akun instagram @lisadaryono.

Pengunggah foto tersebut pun menuliskan caption “Mamak Emosi”.

Dalam unggahan pertama, sang guru mengajak belajar menangkap bola di rumah.

Guru tersebut menuliskan “Kl ga ada kita mao belajar menangkap melempar bola Krn disekolah kami melakukan kegiatan tersebut tdk semua anak2 bisa menangkap dan melempar bola dengan benar mam (emot senyum).”

Namun seorang wali murid membalasnya dengan jawaban tak terduga .

“Ga ada bola di rumah.”
“Jgn yg aneh2 deh.”
“Bikin pr aja uda cukup bkn stress.”
“Ok.”

Baca Juga :  Kemenag Batalkan Pemberangkatan Haji Tahun Ini, Ini Alasannya

Lalu guru lain membalas jawaban orangtua murid tersebut dengan sabar.

“Maaf ya mami bukan aneh-aneh..Ini untuk kegiatan grossmotor anak dari IGTK. Sesimple mungkin bahan yang ada di rumah (emot tangan) (emot tangan)
Kalo ga ada ga pa2 mami (emot senyum) (emot senyum).”

Namun orangtua murid tersebut membalas lagi dengan jawaban yang cukup kocak.

“Adanya panci.”

Tak hanya emosi karena dinilai terlalu aneh-aneh, seorang netizen juga membagikan chat pribadinya dengan guru sang anak.

Dalam chat tersebut sang wali murid mengatakan ingin membanting laptop dan minta biaya terapi ke psikiater.

“Saya sudah mau banting laptop saya ini,” tulis wali murid tersebut.

Sang guru kemudian membalas untuk bersabar akibat jaringan internet yang lelet.

Wali murid tersebut membalas lagi dan minta biaya ke psikiater.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Jiwasraya, Duit Rp 4,87 M untuk Bayar Kasino

“Lama2 saya minta biaya terapi psikiater ke sekolah. Kalau saya masih dibikin susah, saya ga mau urusin semua tugas2 sekolah. Yg sekolah anak saya Koq yg repot saya.”

Menghadapi wali murid yang mulai emosi, sang guru kemudian mencoba menenangkan.
“Tolong dicoba lg ya mom. maaf mom. terimaksih”

Namun jawaban orangtua murid tersebut sangat tidak terduga.

“Saya ga mau coba. Terimakasih.”

Sejak wabah pandmei covid-19 atau corona menyerang Indonesia, kegiatan belajar mengajar tingkat PAUD hingga SMA dilakukan di rumah.

Kegiatan belajar di rumah sendiri sudah memasuki minggu ke 4.

Banyak orangtua yang mulai mengeluhkan kegiatan belajar di rumah karena merasa direpotkan.

Orangtua dituntut untuk lebih aktif dan mendampingi anaknya, khususnya yang masih PAUD dan SD.

Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

www.tribunnews.com