JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Wouw, Warga Swedia Ini Tebarkan Kotoran Ayam untuk Cegah Virus Corona!

Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Selama ini tidak terdengar adanya hubungan antara virus corona dan tahi ayam. Namun, warga Kota Lund di Swedia ini menggunakan tahi ayam untuk mencegah penularan virus corona.

Warga menebarkan kotoan ayam di taman pusat kota Lund di Swedia. Bukan untuk mengusir virus Corona, ternyata kotoran ayam tersebut untuk mencegah orang-orang berkumpul di pusat kota.

Seperti diketahui, setiap kali menyambut musim semi, orang-orang berkumpul untuk mengikuti festival.

Kota di mana terletak Universitas nomor dua tertua di Swedia, setiap tanggal 30 April diramaikan dengan festival Walpurgis Night. Orang-orang memenuhi taman pusat kota.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Wali kota Lund, Phillip Sandberg mendukung ide penebaran kotoran ayam di taman kota demi mencegah penularan virus Corona.

“Taman ini biasanya tempat berkumpul 30.000 orang, namun dengan COVID-19 hal ini tidak terpikirkan saat ini. Kami tidak mau Lund menjadi pusat penularan penyakit ini,” kata Sandberg, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pemerintah kota Lund tidak akan melarang festival, namun meminta masyarakat untuk menghindari keramaian di festival Walpurgis Night.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Caranya dengan menebarkan kotoran ayam di taman kota tempat festival berlangsung.

“Sebagian besar mahasiswa di Lund dan tempat lain di Swedia menghormati rekomendasi ini, meski ada sejumlah orang akan tetap pergi ke taman yang beresiko besar,” ujar Sandberg.

Swedia sebenarnya sudah memberlakukan pendekatan lunak dibandingkan banyak negara lain untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus Corona, yakni meminta daripada memerintahkan orang untuk menjaga jarak mereka.

www.tempo.co