Menohok, Bupati Sragen Sayangkan Presiden Naikkan Iuran BPJS di Tengah Pandemi Covid. Dinilai Kian Beratkan Masyarakat, Serukan Perbaiki Dulu Manajemen BPJS!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebijakan Presiden Jokowi menaikkan iuran badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) menuai respon negatif di tataran bawah.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyayangkan keputusan Presiden menaikkan iuran BPJS di tengah situasi masyarakat yang berjuang melawan pandemi corona virus atau covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati kepada wartawan di Sragen kemari. Ia mengatakan keputusan pemerintah pusat menaikkan iuran BPJS dirasa akan makin memberatkan beban hidup masyarakat.

Menurutnya, kenaikan yang diputuskan di tengah masyarakat yang sedang berjuang di tengah pandemi covid-19 merupakan momentum yang tidak tepat.
“Momentumnya tidak tepat,” paparnya.

Bupati Yuni menguraikan, dalam kondisi normal saja, kenaikan iuran BPJS sudah tentu akan sangat dirasakan memberatkan. Terlebih di saat masa pandemi covid-19 yang berlaku banyak pembatasan sehingga berimbas pada ekonomi masyarakat.

Keberatannya atas kenaikan BPJS itu sebelumnya juga pernah ia sampaikan saat pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS, September 2019 lalu.

“Dulu sebelum ada pandemi, aku juga menyayangkan kenaikan iuran BPJS. Apalagi sekarang dengan kondisi seperti ini. Berat bagi masyarakat untuk memenuhi kenaikan iuran,” terangnya.

Tak hanya masyarakat, kenaikan iuran itu juga akan memberatkan anggaran daerah.

Pasalnya, selama ini Pemkab Sragen menanggung iuran BPJS yang tidak sedikit, sekitar Rp 20 miliar.

Belum lagi pandemi corona memaksa pemerintah daerah untuk melakukan refocusing anggaran dan menunda proyek-proyek fisik.

“Sehingga praktis keuangan daerah hanya cukup untuk biaya rutin saja.
Ya jelas to. Semakin membengkak tanggungannya. Ini anggaran sudah direfocusing. Proyek mandeg. Tercukupi urusan rutin saja. Ditambah bayar BPJS, tentu sangat berat bebannya,” urainya.

Yuni menyebut kondisi ekonomi di tengah terpaan pandemi corona, serba tidak menentu. Daripada menaikkan iuran, Yuni berharap pemerintah pusat fokus untuk memperbaiki manajemen di BPJS.

“Dalam keadaan normal saja memberatkan apalagi seperti saat ini. Perbaiki dahulu manajemen di BPJS,” tegasnya. Wardoyo