JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bukan di Rumah Hantu, Pemudik di Lereng Lawu Karanganyar Ini Justru Dimanjakan Dikarantina di Obyek Wisata Nan Sejuk. Kades Sebut Biar Nggak Stress

Penampakan tenda untuk karantina pemudik di obyek wisata telaga Madirda, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penampakan tenda untuk karantina pemudik di obyek wisata telaga Madirda, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Obyek wisata Telaga Madirda, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, dijadikan lokasi karantina pemudik oleh pemerintah desa setempat.

Seluruh warga Desa Berjo yang terpaksa pulang ke kampung halamannya, diwajibkan menjalani karantina di lokasi ini selama 14 hari.

“Awalnya dari pembahasan bersama warga, beberapa opsi tempat untuk karantina pemudik. Beberapa pilihan seperti balai desa dan sekolah, sepertinya kurang nyaman. Akhirnya diputuskan untuk memakai lahan di Telaga Madirda ini,” ujar Kepala Desa Berjo, Suyatno, dihubungi Selasa (12/5/2020).

Suyatno menguraikan pihaknya menyiapkan 12 tenda berjejer di tepi telaga, lengkap dengan kasur dan lampu portable.

Tenda berbentuk dome tersebut, dipasang dengan alas palet untuk menghindari air masuk dari bawah tenda. Area di sekitar lokasi tenda, dipasang pita kuning memutar sebagai pembatas.

Baca Juga :  Kejutan Besar, Satu Kandidat Calon Ketua PSSI Karanganyar Mendadak Putuskan Mundur. Sisakan Head To Head Dirut PDAM VS Kiswadi, Insan Sepakbola Ingatkan Kongres Harus Fair!

“Harapan kita pemudik yang karantina di sini tidak stress. Karena selain udaranya sejuk, pemandangannya juga luar biasa indah. Di samping itu kita juga memanfaatkan lokasi wisata Telaga Madirda, yang memang sedang ditutup sebagai dampak pandemi,” imbuhnya.

Suyatno melanjutkan, seluruh warga yang dikarantina di Telaga Madirda akan mendapatkan persediaan logistik dari relawan desa.

Sementara untuk keperluan mandi, bisa menggunakan kamar mandi fasilitas obyek wisata tersebut.

“Lokasi ini steril dari warga umum. Jika ada keluarga yang ingin menengok, di bagian pinggir lokasi ada parit selebar hampir dua meter. Mereka bisa berkomunikasi dibatasi parit ini,” urainya.

Karantina ini, lanjutnya, dilakukan demi memutus mata rantai COVID-19. Seluruh pemudik yang pulang ke Desa Berjo, diwajibkan melalui tahapan karantina di Telaga Madirda terlebih dahulu, sebelum diperbolehkan berkumpul dengan keluarga.

Baca Juga :  Beber Borok Pemicu Keterpurukan Sepakbola Karanganyar, Bambang Blak-Blakan Sebut PSSI Karangnyar Butuh Figur Ketua Yang Kantongnya Kuat dan Royal

“Semua warga terutama perantau sudah diberikan sosialisasi. Jadi meskipun mereka menyatakan sanggup karantina mandiri di rumah, mohon maaf tetap tidak bisa. Kesepakatan kami harus karantina di Telaga Madirda dulu,” tambahnya.

Suyatno menyebut, dari total 160an warga perantau asal Desa Berjo, sekitar 20 orang sudah pulang kampung. Sementara sejak lokasi karantina Telaga Madirda dibangun, 12 hari lalu, sudah ada dua warga yang menjalani karantina di lokasi tersebut.

“Satu warga sudah dipulangkan. Sekarang masih ada satu warga yang baru dua hari menjalani karantina. Perantau dari Brebes. Dia terpaksa pulang karena terkena PHK,” ujarnya. Wardoyo