JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Satu Warga Sribit Sragen Positif Covid-19, 21 Orang Terpaksa Diisolasi dan Dirapid Test. Warung Istrinya Langsung Tutup, Jalan-jalan Kampung Dilockdown

Salah satu pintu masuk di kampung Semen, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen dilockdown dengan ditutup palang dan dipasangi tulisan menggelitik. Foto/Wardoyo
Salah satu pintu masuk di kampung Semen, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen dilockdown dengan ditutup palang dan dipasangi tulisan menggelitik. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sebanyak 21 warga di Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen menjalani rapid test menyusul kasus seorang warga yang dinyatakan positif terpapar corona virus atau covid-19 asal salah satu dukuh di desa setempat.

Selain itu, mereka harus menjalani isolasi mandiri karena diketahui pernah kontak erat dengan pasien positif covid-19 berinisial A (45) itu.

Kades Sribit, Sutaryo mengatakan 21 orang itu terlacak dari hasil tracking yang dilakukan tim DKK dan Puskesmas. Mereka sudah dilakukan rapid test namun hasilnya masih menunggu.

“Ada 21 warga yang terdeteksi kontak dengan pasien positif covid-19. Mereka sudah dilakukan rapid test hasilnya bagaimana kami masih menunggu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM   Senin (4/5/2020).

Ia menguraikan 21 warga itu terdiri dari anak dan istri serta keluarga A. Selain itu adalah tetangga sekitar yang setiap hari singgah dan bermain ke rumah A.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Kajian Terbaru, Sragen Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19. Jumlah Kasus Positif 487, 378 Pasien Dinyatakan Sembuh, Izin Hajatan Sudah Diperbolehkan?

Selain rapid test, 21 orang itu untuk sementara diminta menjalani karantina mandiri sampai hasil rapid test diketahui.

Kades menguraikan sejak A dinyatakan positif, warung istrinya yang berada di rumah, sudah tutup sekitar lima hari.

Situasi di dukuh domisili A itu kini juga terlihat sangat lengang. Hampir tidak ada aktivitas menonjol di kalangan warga semenjak A dinyatakan positif covid-19.

“Iya, hampir satu kampung itu nggak ada aktivitasnya. Tapi situasi kondusif, selama masa karantina Pemdes juga berupaya memberikan bantuan sembako,” tukasnya.

Sementara, bersamaan dengan kabar positif covid-19 itu, jalan-jalan di kampung Desa Sribit juga tampak ditutup alias lockdwon.

Menurut warga, selain antisipasi penyebaran covid-19, penutupan jalan juga untuk mengantisipasi maraknya aksi tindak kejahatan dan pencurian.

“Kalau soal jalan dilockdown, itu kebijakan masing-masing kampung untuk memproteksi wilayah mereka,” terang Sutaryo.

Baca Juga :  Sudah Penjarakan 4 Orang, Bantuan Alsintan di Sragen Kini Diwanti-wanti Tanpa Pungutan Apapun. Ada 52 Kelompok Penerima, Bupati Yuni: Kalau Mau Sodaqoh, Sodaqohlah ke Warga Tidak Mampu!

Sementara, sejak ditetapkan positif, pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun itu saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo.

Yang bersangkutan diketahui berprofesi sebagai sopir di sebuah pabrik di wilayah Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

A dinyatakan positif dari hasil tes swab yang keluar pada Selasa (28/4/2020). Ia dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo setelah 3 hari sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Sempat 3 hari di RSUD Sragen lalu ada gejala mengarah covid-19 sehingga dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Yang bersangkutan diketahui punya riwayat penyakit penyerta stroke dan kambuhan,” tukasnya.

Setiap hari, yang bersangkutan bekerja pergi pulang Sragen-Karanganyar. Namun pasien itu tidak masuk kategori pelaku perjalanan (PP). Wardoyo