JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Sempat Curiga Hasil Rapid Test 116 Warga dan Istri Pasien Positif Covid-19 Bisa Kompak Negatif Semua

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku sempat tak percaya dengan hasil rapid test pada sejumlah anggota keluarga pasien positif covid-19 klaster Gowa, Minggu (10/5/2020).

Hal itu diungkapkan ketika melihat hasil rapid test dari 116 anggota keluarga dan warga yang terlacak pernah kontak dekat dengan 9 pasien positif covid-19.

Bupati mengaku semula sempat
curiga karena dari 116 warga yang dirapid test tidak ada satu pun yang reaktif atau positif.

Termasuk, hasil rapid test terhadap istri pasien positif covid-19 yang juga menunjukkan tanda nonreaktif atau negatif.

Atas kondisi itu, ia sempat meminta dilakukan rapid test kedua dengan merek yang berbeda.

Baca Juga :  Ustadz Muda Habib MA Berpulang, Bupati Sragen Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Almarhum yang Tak Mungkin Terlupakan. Sebut Almarhum Sosok Luar Biasa!

Namun setelah hasilnya juga tidak berubah, ia pun baru lega bahwa memang dari 116 warga  tidak ada yang reaktif.

“Kami sempat agak curiga karena hasilnya bisa negatif semua. Istri dari pasien pun juga. Akhirnya 10 orang terdekat kami ulang dengan rapid test yang mereknya berbeda. Ternyata ya tetap nonreaktif. Allhamdulilah,” paparnya.

Karena hasilnya nonreaktif, Bupati Yuni menyampaikan seluruh warga yang mengikuti rapid test tidak perlu lagi melakukan karantina mandiri.

Sebab mereka sudah tidak menunjukkan gejala dan tidak ada kecurigaan.

Rapid test itu dilakukan menindaklanjuti tambahan 9 kasus positif dari klaster Gowa pada Jumat (8/5/2020) lalu. Tim langsung menggelar tracking atau pelacakan terhadap orang yang pernah kontak dekat dengan pasien positif Covid-19.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Kajian Terbaru, Sragen Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19. Jumlah Kasus Positif 487, 378 Pasien Dinyatakan Sembuh, Izin Hajatan Sudah Diperbolehkan?

Hasil pelacakan mendapati ada 116 orang yang memiliki riwayat kontak dengan sembilan pasien positif itu.

“Semua ada 116 orang dan mereka langsung menjalani rapid test,” lanjut Yuni.

Ia merinci 116 orang yang dirapid test itu, terdiri dari Kecamatan Gesi sebanyak 15 orang. Lalu Kecamatan Gondang 16 orang.

Kemudian Kecamatan Ngrampal ada 13 orang, lantas Kecamatan Kedawung sebanyak 24 orang.

“Karangmalang sebanyak 13, dan Sambungmacan 35 orang,” terangnya.

Bupati menegaskan dari hasil rapid test di enam kecamatan itu, hasilnya semuanya dinyatakan negatif alias nonreaktif. Wardoyo