JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geregetan, Polisi Bakal Tindak Pocong Jadi-Jadian Yang Sering Muncul di Jalan Talun. Dinilai Meresahkan dan Membahayakan!

Ilustrasi prank pocong. Foto/Istimewa
Ilustrasi prank pocong. Foto/Istimewa

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan akan menindak siapa saja yang suka membuat content sosial media bertema pocong atau melakukan kejahilan atau prank pocong di jalan.

Pasalnya hal tersebut dianggap bisa membahayakan masyarakat.

Seperti yang terjadi malam tadi, Selasa (5/5/2020) sekira pukul 23.05 WIB, anggota Polsek Talun yang melaksanakan piket jaga menerima laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa pemuda tengah melakukan prank pocong.

Pocong dadakan itu muncul di tempat yang gelap yang biasa di lewati dan dilintasi masyarakat di Dukuh Bembem Desa Sengare Kecamatan Talun.

Baca Juga :  Desa Jetak Butuh Sokongan Pemerintah untuk Jadi Desa Wisata

Mendapati laporan tersebut anggota Polsek Talun langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Namun demikian sesampainya di tempat tersebut petugas tidak menjumpai seorang pun dilokasi itu.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko melalui Kasubbag Humas AKP Akrom meminta kepada para remaja untuk berhenti melakukan aksi prank pocong.

Polri menilai aksi tersebut membahayakan masyarakat. Dalam hal ini bahaya yang dimaksudkan jika aksi prank tersebut menyasar kepada pengendara kendaraan di jalan.

“Pengguna jalan yang mengendarai kendaraan bermotor, bisa terjadi kecelakaan saat dia terkejut dan tidak bisa mengendalikan kemudi kendaraannya,” ujar AKP Akrom, Rabu (6/5/2020)

Baca Juga :  52 Santri Positif Covid-19, Ponpes Nurul Hidayah Langsung Dilockdown. Tiga Jalan Masuk Diportal, Kapolres Terjun Beri Bantuan

Kasubbag Humas mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya preventif terhadap aksi para remaja semacam ini yang dianggap merisaukan.

Salah satunya dengan menggelar patroli di tempat-tempat sepi pada malam hari, yang diduga dimanfaatkan pelaku prank pocong.

Pihaknya juga menerangkan bahwa sikap tegas yang akan diambil petugas bukan bertujuan untuk membatasi kreativitas kaum muda.

Namun demikian pihaknya meminta para remaja melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat atau membuat konten di media sosial yang tak mengganggu ketertiban umum. Edward