JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Iniah Perjalanan Karier Almarhum Djoko Santoso, Lahir di Solo dan Jadi Panglima TNI ke-16

Jenderal Purn Djoko Santoso. Foto: Republika

JAKARTA (JOGLOSEMARNEWS.COM )— Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso meninggal dunia, Minggu (10/5/2020). Panglima TNI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dalam usia 67 tahun.

    Djoko meninggal dunia akibat pendarahan di otaknya. Meskipun sebelumnya sempat menjalani operasi dan perawatan namun nyawanya tidak tertolong.

    Djoko Santoso yang lahir di Solo, pada 8 September 1952 itu mengawali kariernya di militer usai lulus Pendidikan Akademi Militer di Magelang 1975. Kariernya mulai berkibar setelah menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan yang berhasil gemilang meredam konflik di Maluku.

Selanjutnya menjadi Panglima Kodam Jaya. Kariernya terus melejit hingga pada 2003 diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI AD. Kemudian pada 2005 menjabat sebagai Kepala staf TNI AD dan pada 2007 dipercaya sebagai Panglima TNI hingga 2010.

Selepas berkiprah di dunia militer, Djoko kemudian bergerak terjun ke dunia politik dan mendukung Prabowo Subianto dan terakhir menjadi ketua dewan pengarah tim pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI yang mengantarkan Anies dan Sandiaga menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI.

Djoko juga tercatat sebagai Ketua dewan penasehat persatuan bulu tangkis seluruh indonesia (PBSI), Ketua dewan pembina IPHI (ikatan persaudaraan haji Indonesia), Ketua Dewan Penasehat Pandu Petani Indonesia, Federasi pekerja Informal Indonesia, dan Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia ASA (Adil, sejahtera, aman).

Baca Juga :  Putra Sulung dan Menantu Presiden Jokowi Maju Pilkada Serentak 2020, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Gibran dan Bobby, Tajir Siapa?

Suami dari Angky Retno Yudianti ini merupakan Panglima TNI ke-16, yang menjabat sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010. Sebelumnya menjabat Kasad ke-24, dalam kurun 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007.

Pria sosok yang tegas dan perhatian terhadap para prajurit ini meninggalkan seorang istri yaitu Angky Retno Yudianti dan dua orang anak yaitu Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati.

Jajaran TNI dan TNI Angkatan Darat akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terakhir atas meninggalnya Djoko Santoso.

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, seluruh satuan jajaran TNI/TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus, Minggu (10/5/2020).

    Menurut dia, jenazah almarhum setelah prosesi perawatan jenazah di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, almarhum dibawa ke rumah duka yaitu di Jalan Bambu Apus Raya nomor 100 RT 12/RW 3, Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Positif Covid-19 Mencapai 3.874 Orang Pada Minggu

    Selanjutnya, diberangkatkan dari rumah duka hari ini (10/5) pukul 13.00 WIB menuju pemakaman Sandiego Hills, Karawang Jawa Barat. “Akan dilaksanakan upacara pemakaman secara militer sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Nefra.

    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berduka cita atas meninggalnya mantan Panglima TNI yang juga mantan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal TNI Purn Djoko Santoso pada Ahad (10/5) pagi. Djoko meninggal akibat strok yang dideritanya.

    “Prabowo berduka ya karena almarhum Djoko ini sudah puluhan tahun bersama Pak Prabowo,” kata politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade ketika dikonfirmasi.

    Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa akan melayat ke rumah duka mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purn Djoko Santoso. “Selain KSAD, akan hadir para pejabat teras TNI/TNI AD, para mantan KSAD, para purnawirawan Pati TNI, keluarga, kerabat dan sanak keluarga serta para pelayat di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso diterima disisi-Nya dan husnul khotimah,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus.(ASA)



www.republika.co.id