JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Pendeta Asal Mojomulyo Pasien Positif Covid-19 Pertama Sragen, Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Berjuang Lawan Virus Selama 29 Hari, Jadi Pasien Sembuh Kelima

Kondisi salah satu gang di Kampung Mojomulyo Sragen terpantau dari gapura masuk yang mendadak berubah sepi Senin (13/4/2020) petang pasca penetapan satu warga positif covid-19. Foto/Wardoyo
Kondisi salah satu gang di Kampung Mojomulyo Sragen terpantau dari gapura masuk yang mendadak berubah sepi Senin (13/4/2020) petang pasca penetapan satu warga positif covid-19. Kini pasien positif itu sudah dinyatakan sembuh. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWSNEWS.COM-  Kabar baik datang di tengah penambahan kasus covid-19 atau corona virus di Sragen. Satu lagi pasien positif, dinyatakan sembuh, Selasa (12/5/2020).

Pasien asal Kampung Mojomulyo, Kecamatan Sragen itu merupakan pasien pertama yang dinyatakan covid-19 di Sragen.

Pria berinisial H, berusia 39 tahun dan dikenal sebagai pendeta itu dinyatakan sembuh dan sudah pulang kembali ke rumahnya, kemarin.

“Satu pasien positif dinyatakan sembuh. Dari Kecamatan Sragen, kemarin petang sudah pulang ke rumah,” papar Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, Rabu (13/5/2020).

Pendeta yang memili satu anak balita dan sempat positif saat dirapid test itu, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif sejak 13 April 2020.

Dia dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro Ketileng Semarang. Tatag memastikan saat dipulangkan, H dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Tak Rela Jalan Mulus Jadi Rusak, Puluhan Tokoh di Sambirejo Sragen Tuntut Truk-Truk Bermuatan Keterlaluan Ditertibkan. Dinilai Ikut Andil, Galian C Ilegal Juga Diminta Ditutup

“Tiga kali swab dinyatakan negatif,” terangnya.

Meski sudah sembuh, pasien itu masih harus menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Sementara, dengan tambahan satu kasus sembuh ini, sejauh ini total sudah ada lima pasien positif covid-19 yang berhasil sembuh.

Masing-masing Mbah C (72) asal Dukuh Gebung, Patihan, Sidoharjo. Kemudian Mbah S (62) asal Menjing, Jabung, Plupuh.

Lantas W (45) penjual mie ayam asal Krikilan, Kalijambe dan H (25) pemuda buruh pabrik roti asal Wonorejo, Kalijambem

“Pesan kami kepada masyarakat, tetap patuhi protokol kesehatan dan anjuran pemerintah. Corona bukan sesuatu yanh menakutkan tapi harus dicegah persebaranannya. Yakni dengan menjaga PHBS, jaga jarak, jangan berkerumun, pakai masker,” tukasnya.

Di sisi lain, pendeta asal Mojomulyo itu sebelumnya dinyatakan positif pada 13 April 2020.

Kronologinya awalnya datang ke RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen pada tanggal 2 April pukul 00.30 WIB. Pasien berusia 39 tahun itu datang dengan riwayat ada batuk dan sesak nafas.

Baca Juga :  Terbongkar Surat Bebas Covid-19 Ternyata Hasil Rekayasa dari RSUD. Ketahuan dari Tenaga Administrasi Positif dan Nekat Kabur, Satpam dan Perawat Langsung Dipecat!

“Yang bersangkutan merupakan pelaku perjalanan yang sering bolak-balik Solo- Sragen, Solo-Sragen. Begitu dampai di RSUD Soehadi langsung masuk ke ruang isolasi. Kita lakukan rapid test hasilnya negatif. Kemudian beberapa hari ada perburukan pada gambaran klinis dan juga hasil rontgen, akhirnya tanggal 7 April kami rujuk ke rumah sakit Ketileng Semarang (RSUD Wongsonegoro),” papar Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Kemudian, Pengambilan swab pasien laki-laki itu diambil tanggal 5 April bersamaan dengan pasien perempuan yang umur 47 tahun tadi.

  1. “Dan hasilnya sama-sama telah kita ketahui hari ini tanggal 13 April bahwa keduanya positif covid-19,” tandas Bupati. Wardoyo