JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kabar Buruk, 14 Pedagang asal Sragen Dilaporkan Positif Rapid Test Covid-19 di Pasar Sine Ngawi. Satu Pedagang Dari Kerjo Karanganyar Juga Dikabarkan Positif

Ilustrasi rapid test di pasar. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi rapid test di pasar. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 15 pedagang asal Sragen dan Karanganyar dikabarkan positif saat dilakukan rapid test covid-19 di Pasar Ketanggung, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Belasan pedagang itu diketahui berasal dari berbagai kecamatan di Sragen dan satu dari Karanganyar. Kabar itu terungkap dari laporan pihak Polsek Sine yang beredar di Sragen, Sabtu (16/5/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , rapid test dilakukan pada Sabtu (16/5/2020) pukul 04.00 WIB sampai 08.00 WIB.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Positif Corona di Wonogiri Kini Menjadi 29 Setelah Ada Penambahan 3 Kasus

Rapid test dilakukan terhadap 40 pedagang yang ada di Pasar Ketanggung. Hasilnya ada 15 pedagang yang rapid testnya dinyatakan reaktif atau positif.

Dari 15 pedagang itu, 14 di antaranya berasal dari Sragen. Satu pedagang diketahui dari Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

“Benar. Ada salah satu tetangga kami yang berdagang di Pasar Ketanggung dan dinyatakan reaktif dari rapid test. Rencananya besok mau diswab,” ujar Wanto, salah satu warga Gondang, Sragen, Minggu (17/5/2020).

Baca Juga :  Hujan Badai Landa Puncak Lawu, Evakuasi Jasad Pendaki yang Tewas Sempat Terkendala. Evakuasi Sudah Berlangsung Hampir 4 Jam

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan memang ada kiriman data terkait hasil rapid test terhadap 15 pedagang yang dinyatakan reaktif di Sine itu.

Namun pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak DKK Ngawi perihal kebenaran informasi tersebut.

“Kami akan koordinasi dulu. Karena sampai sekarang belum ada laporan tertulis. Kalau laporan via WA memang ada. Kami tunggu laporan resmi dan tertulisnya,” terangnya. Wardoyo