JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kemundurannya Disayangkan, Pengamat: Hanafi Rais Bisa Pimpin PAN

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, yang juga putera mantan Ketua MPR Amien Rais, berhasil lolos menjadi anggota DPR setelah meraih 171.316 suara di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pemilu 2019 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemunduran Hanafi Rais, putra sulung Amien Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) disayangkan. Pasalnya,lima tahun ke depan Hanafi dipandang layak memimpin partai yang turut didirikan ayahnya tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.  Adi menilai, Hanafi berpeluang memimpin partai berlambang matahari terbit itu.

“Kalau lihat lima tahun ke depan, sebenarnya masanya Mas Hanafi. Dia dari berbagai penjuru mata angin memenuhi segala unsur untuk memimpin PAN ke depan,” kata Adi kepada Tempo, Kamis (7/5/2020).

Adi menilai Hanafi memiliki kualifikasi dan kematangan untuk menjadi ketua umum PAN menggantikan Zulkifli Hasan. Selain itu, Hanafi berpotensi karena dia adalah anak ideologis sekaligus anak biologis Amien Rais.

Baca Juga :  Dapat Suntikan Dana, Ekskavasi Situs Kumitir Bakal Dilanjutkan Oktober

Bagaimana pun, ujar Adi, citra PAN sulit dilepaskan dari sosok Amien.

“Kalau anak-anak Pak Amien Rais yang lain kan datar-datar saja karir politiknya,” kata Adi.

Meski begitu, Adi menilai mundurnya Hanafi tak akan berdampak signifikan terhadap stabilitas internal PAN.

Alasannya, tokoh-tokoh senior PAN seperti Hatta Rajasa dan Soetrisno Bachir yang sebelumnya menghilang kini kembali ke partai.

“Kehilangan (Hanafi) pasti karena harus diakui dia salah satu simbol di PAN, tapi bukan segala-galanya,” ujar Adi.

Baca Juga :  Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Belum Dapat Dipastikan Dino Patti Djalal Terpapar Covid-19

Hanafi Rais sebelumnya menyatakan mundur dari PAN dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2019-2024. Hanafi menilai PAN tak bergerak ke arah perbaikan setelah kongres V pada Februari lalu yang diwarnai kericuhan dan disebutnya mencoreng wajah partai.

Selain itu, putra Amien Rais itu juga menyinggung sikap PAN yang cenderung konformis terhadap kekuasaan.

Dia menyebut itu bukan sikap yang adil di saat kader dan konstituen menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan.

www.tempo.co