JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Beringas, Komplotan Begal Bermobil Beraksi di Tanon Sragen. Pengusaha Toko Kelontong Dipepet, Diadang, Lalu Tas Berisi Uang Jutaan Disikat!

Ilustrasi komplotan pencuri
Ilustrasi komplotan 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi corona membuat pelaku tindak kejahatan di Sragen makin beringas. Setelah begal di Plupuh, aksi serupa kembali terjadi Selasa (12/5/2020) dinihari.

Seorang pengusaha toko kelontong asal Dukuh Mundu, RT 9, Desa Gedongan, Plupuh, Sragen, Yomas Adi Saputro (27) menjadi korban komplotan begal bermobil saat melintas di jalan Gemolong-Gabugan tepatnya di Dukuh Bugan, Slogo, Tanon.

Pelaku yang mengendarai mobil Avanza Hitam memepet korban dan mengadang korban yang naik sepeda motor. Korban yang diancam akhirnya pasrah dan melepaskan tasnya berisi uang.

Baca Juga :  Ribuan Seniman Sragen Siap Turun ke Jalan dan ke Polres Tuntut Izin Hajatan Dibuka. Kapolres Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Tapi Hanya Ijab Kabul Saja Tanpa Hiburan!

Data yang dihimpun di lapangan, aksi begal terjadi pukul 02.15 WIB. Bermula ketika korban hendak belanja ke pasar dengan mengendarai sepeda motor Viar.

Sesampai di lokasi kejadian, korban mendadak dipepet mobil Avanza warna hitam. Korban pun terpaksa berhenti. Saat berhenti itulah, dua orang keluar dari mobil dan kemudian mengadang korban.

“Kemudian pelaku dua orang turun dari pintu mobil sebelah kiri. Lalu menghampiri korban dan satu pelaku turun dari pintu sebelah kanan juga menghampiri korban kanan sambil berkata tasmu wehno (berikan tasmu),” papar Kasubag Humas AKP Harno mewakili Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga :  PSBB Jakarta Jadi Mimpi Buruk bagi Sragen, Omzet Puluhan Perajin Batik Makin Anjlok. Pemilik Batik Brotoseno: Baru Saja Mau Bangkit, Kini Ambles Lagi!

Saat digertak, korban yang sendirian ketakutan. Situasi sepi dan gelap akhirnya membuatnya pasrah bongkokan dan menyerahkan tas cangklong berisi uang yang dibawanya.

Usai merenggut tas milik korban, pelaku langsung ngacir kabur ke arah utara. Kasubag Humas menguraikan di dalam tas itu berisi Rp 2,5 juta.

Korban kemudian melapor ke Polsek Tanon. AKP Harno menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Wardoyo