JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ngakunya Pergian Rutin, Rombongan Naik Travel dari Surabaya ke Bandung Tersekat di Sragen. Ternyata Ketahuan Mau Mudik, Tanpa Ampun Langsung Disuruh Putar Balik

Kasat Lantas AKP Sugiyanto saat menginterogasi pengemudi minibus asal Batang dari Surabaya yang terpantau di exit tol Pungkruk, Minggu (26/4/2020). Foto/Wardoyo
Kasat Lantas AKP Sugiyanto saat menginterogasi pengemudi minibus dari Surabaya yang tersekat di exit tol Pungkruk. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski larangan mudik sudah dikibarkan dan ribuan kendaraan dipaksa putar balik, sebagian perantau tetap saja ada yang nekat untuk berupaya bisa balik ke kampung halaman.

Salah satunya dilakukan oleh rombongan orang asal Bandung ini. Mereka nekat menyewa travel dan berpura-pura mengaku bepergian rutin dari Surabaya ke Bandung.

Sayang, upaya mereka terendus aparat polisi saat melakukan penyekatan jalur di Exit Tol Pungkruk, Sragen, Rabu (6/5/2020).

“Tadi kami amankan satu mobil travel dari Surabaya berisi beberapa orang. Saat kami tanya mereka mengaku hendak menuju ke bandung. Ngakunya bepergian rutin tapi tujuannya ke Bandung. Makanya kami langsung hentikan dan kita minta putar balik,” papar Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sugiyanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (6/5/2020).

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Rombongan itu terpaksa diminta putar balik lantaran selain terindikasi mau mudik, daerah Bandung yang dituju saat ini sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sehingga tidak ada alasan untuk memberikan mereka jalan karena memang sudah dilarang.

“Ada juga yang ngaku bepergian rutin dari Surabaya ke Jogja. Kalau bus ngangkut pemudik sudah nggak ada yang lewat. Sekarang cuma travel dan kendaraan pribadi saja. Tapi jumlahnya sudah menurun dan tinggal sedikit sekali,” terang Sugiyanto.

Baca Juga :  Ustadznya Positif Covid-19, Ponpes El Nusa Shobo Guno di Tangkil Sragen Langsung Dilockdown Total. Pemdes dan Warga Langsung Berempati Gelar Penyemprotan Desinfektan

Ia menambahkan dalam beberapa hari terakhir, bus pemudik sudah nihil. Kemudian travel kosong maupun isi pemudik dan kendaraan pribadi yang masih nekat dan terjaring hanya ada sekitar 4-5 unit perhari.

“Kita tetap intensifkan patroli dan pemeriksaan di pos-pos pantau terutama di Banaran Sambungmacan dan Exit Tol Pungkruk. Ini saya juga baru saja pulang dari mantau pos-pos,” tukasnya. Wardoyo