JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Operasional Angkutan Penumpang Dibuka Kembali, Organda Karanganyar Masih Bimbang. Ketua Organda: Moda Dibuka Tapi Mudik Dilarang?

Polisi menghentikan bus penumpang saat penerapan pelarangan mudik di Jalur Pantura, Perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). Hari kedua penerapan pelarangan mudik di kawasan tersebut masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik / tempo.co
Polisi menghentikan bus penumpang saat penerapan pelarangan mudik di Jalur Pantura, Perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). Hari kedua penerapan pelarangan mudik di kawasan tersebut masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik / tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dibukanya kembali moda transportasi menjelang Lebaran tak serta merta membuat pelaku usaha angkutan bergeliat.

Ketua DPD Organda Karanganyar, Tri Haryadi Jumat (08/05/2020), mengaku belum serta merta akan beroperasi. Pihaknya masih menunggu kelanjutan keputusan Kementerian Perhubungan yang membuka kembali moda transportasi, setelah sebelumnya ditutup akibat pandemik virus corona (Covid-19).

Menurut Tri Haryadi, DPD Organda Karanganyar, secara resmi belum menerima keputusan Menteri Perhubungan tersebut, serta aturan petunjuk teknis terkait dibukanya kembali moda transportasi ini.

Baca Juga :  Kasus Kematian Pasien Rizky Adi Nugroho Saat Diopname di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Keluarga Tuntut Ada Mediasi Ulang. DKK Klaim Penangan Rumah Sakit Sudah Prosedural

“Kami belum menerima petunjuk teknis mengenai hal ini. Nanti kita akan koordinasi dulu dengan pengurus dan pengusaha angkutan di Karanganyar,” paparnya, Jumat (8/5/2020).

Bagi Organda sendiri, keputusan dibukanya kembali moda transportasi ini sangat dilematis. Di satu sisi menjadi peluang akan tetapi di sisi lain kebijakan larangan mudik masih tetap diberlakukan.

“Ini sangat dilematis. Ketika kendaraan boleh beroparesi tapi dengan syarat yang ketat, juga larangan mudik tetap diberlakukan, ya sama juga. Makanya tentu kami akan menunggu perkembangan lebih lanjut,” urainya.

Baca Juga :  Mengganas, 54 Warga Karanganyar Meninggal Suspek Covid-19 dan 22 Warga Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Kasus Tembus 448, Jumlah Warga Meninggal Capai 90 Orang

Jika memang harus beroparesi, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pengusaha angkutan untuk melakukan uji coba dengan mengoperasikan satu atau dua armadanya.

“Pangsa pasarnya juga belum jelas. Soalnya Jakarta kan diterapkan PSBB. Tentu kami juga  waspada. Nanti kami akan koordinasi dengan anggota lain. Tapi kalau saya selaku pengsaha, belum akan mengoperasikan armada kami,” tandasnya. Wardoyo