JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

SDN Berjo Karanganyar Ambrol Diterjang Longsor, Disdik Ajukan Rp 200 Juta, Siswa Kemungkinan Digilir Masuk Pagi dan Siang

Ilustrasi bangunan ambrol diterjang longsor. Foto/JSnews
Ilustrasi bangunan ambrol diterjang longsor. Foto/JSnews

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar mengajukan dana senilai Rp 200 juta untuk perbaikan SDN 1 Berjo, Kecamatan Ngagoyoso, yang ambrol diterjang longsor dua hari lalu.

Namun kemungkinan perbaikan baru bisa diajukan pada anggaran perubahan 2020.

Dua ruang kelas di SDN 1 Berjo itu rusak parah akibat diterjang longsoran material talud yang ambrol pada Sabtu (9/5/2020) lalu.

Antara talud dan bangunan sekolahan berjarak sekitar 2,5 meter. Kejadian itu terjadi saat kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama sekitar 2 jam.

Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa mengatakan dana perbaikan akan diajukan pada anggaran perubahan. Untuk sementara, ruangan yang ambrol nantinya belum bisa digunakaan saat aktivitas sekolah normal kembali.

Baca Juga :  Tambah 1 Warga Meninggal, Total Kematian Covid-19 Karanganyar Total 65. Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 362

“Kami akam ajukan ke anggaran perubahan. Kalau anggaran kemungkinan Rp 300 juta tidak sampai, atau Rp 200 juta. Soalnya kursi dan meja masih bagus dan masih baik. Nanti tinggal daur ulang saja,” paparnya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Tarsa menguraikan apabila pembangunan belum selesai saat aktivitas sekolah kembali normal, pihaknya akan memberlakukan penjadwalan masuk kelas.

Kemungkinan, proses KBM akan diberlakukan secara aplus dua shift. Anak-anak akan digilir masuk pagi dan siang.

“Kelas berapa sampai berapa, masuk siang dan kelas lainnya pagi. Sambil menunggu ruangan selesai dibangun,” urainya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gudang Kayu di Tasikmadu Karanganyar. Tumpukan Material Kayu Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Terpisah, Kades Berjo, Suyatno menyampaikan, setelah puing-puing atap dan tembok selesaidibersihkan.

Pihaknya berencana membuat parit supaya tidak ada genangan di sekitaran bekas lokasi longsor. Apabila itu belum cukup efektf, nantinya akan diberi penguat berupa tumpukan karung pada pinggir talud yang ambrol.

Sambungnya, terkait pembangunan talud yang roboh, pihaknya menganggarkan sekitar Rp 70 juta untuk perbaikan talud berukuran 40 meter x 3,5 meter.

Namun pembangunan talud tersebut tidak dapat dilaksankan dalam waktu dekat.

“Sekitar Rp 70 juta untuk memperbaiki. Realisasi kemungkinan tahun depan. Opsi lainnya menunggu tindak lanjut dari bupati,” pungkasnya. Wardoyo