JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Selamat, 25.836 Keluarga Terdampak Corona di Karanganyar Diusulkan Dapat BST Rp 600.000 Perbulan. Bisa Dicairkan di 4 Bank, Begini Mekanismenya!

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 25.836 kepala keluarga (KK) di Karanganyar diusulkan bakal menerima bantuan sosial tunai (BST).

Bantuan tunai itu dicairkan dengan nominal Rp 600.000 perbulan sebagai kompensasi dampak corona atau covid-19.

Para warga itu akan menerima BST selama tiga bulan ke depan. Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar, Marno.

Kepada wartawan ia mengatakan berdasarkan data yang masuk, jumlah warga yang diusulkan menerima BST ada 25.836 KK.

Data administratif calon penerima BST tersebut saat ini masih dalam proses dikroscek tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

“Ini masih dikroscek petugas di lapangan. Para petugas mandiri kemiskinan (PMK) akan mencocokkan identitasnya dengan NIK dan KK di pusat data dan informasi Kementrian Sosial,” paparnya Selasa (5/5/2020).

Ia menguraikan semua proses menggunakan Online monitoring SPAM untuk bantuan sosial seluruh Indonesia.

Verifikasi dan pendataan dilakukan dengan perangkat data meliputi nomor induk kependudukan (NIK), kepala keluarga (KK), dan administrasi kependudukan lainnya.

Lebih lanjut, Marno menjelaskan nantinya uang BST dari Kemensos iti untuk keluarga terdampak covid-19 dapat diambil di ATM empat bank yakni BNI, BRI, Mandiri dan BTN serta di kantor pos.

Baca Juga :  Kabar Baik, Digelontor Rp 190 Juta, Pujasera Karanganyar Bakal Disulap Jadi Taman Kuliner Semi Food Court Ala Kota-Kota. Sayangnya Papan Nama Proyeknya Tak Tahu Entah di Mana?

“Lewat bank bisa diambil di ATM. Namun untuk kantor pos, kami belum menerima format pengambilannya. Apakah dijadwal pengambilan cash and carry atau bagaimana?” jelasnya.

Ia memastikan hingga kini proses pencairan masih belum dilakukan. Hal itu masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Salah satu syaratnya adalah penyelesaian administratif usulan,” tegasnya. Wardoyo