JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Ini Keinginan Didi Kempot yang Belum Kesampaian, Duet dengan Habib Syech Lantunkan Qasidahan Jawa

Didi Kempot. Youtube/ Didi Kempot Official Channel

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar meninggalnya maestro campursari tanah air, Didi Kempot juga meninggalkan duka tersendiri bagi sejumlah tokoh di Kota Bengawan, kota tempatnya memulai karier berkesenian. Salah satunya duka yang dirasakan KH Abdul Karim atau Gus Karim, salah satu ulama berpengaruh di Solo.

Gus Karim yang juga pengasuh pesantren Al Qurany, Mangkuyudan ini mengaku merasa kehilangan dengan sosok Didi Kempot. Apalagi menjelang akhir hayatnya, Didi Kempot berulangkali datang ke tempatnya. Selain diskusi soal agama, juga menelurkan lagu campur sari dalam versi religius.

Gu Karim diajak Didi Kempot menggarap lagu campursari “Ora Muleh” dan “Tombo Teko Lara Lunga”. Lagu tersebut juga bertamakan kampanye edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan virus corona.

Baca Juga :  KEREN! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 di Ajang IKAB National Scientific Writing and Youth Competition

Gus Karim menyebut sosok Didi Kempot sebagai artis yang merakyat, tidak sombong, mudah bergaul suka berderma. “Saya salut, meski artis dengan nama besar, tapi beliau tidak pongah dan tetap merakyat. Suka membantu sesama,” ujarnya saat melayat almarhum di RS Kasih Ibu Solo.

KH Abdul Karim meyebut, ada cita-cita Didi Kempot yang belum kesampaian dalam berkarya. “Mas Didi ini [unya tekad ingin berduet dengan tokoh-tokoh agama melahirkan lagu-lagu campursari dengan tema dana versi reliji. Di antaranya dia ingin duet dengan Habib Syech dan lainnya,” papar Gu Karim.

Menurut Gus Karim, Didi Kempot menyampaikan niatnya tersebut sebelum Bulan Ramadhan lalu. “Dirinya ingin sekali membawakan lagu Islami bersama Habib Syech. Hal itu sudah disampaikannya ke Habib Syech dan mendapatkam respon positif.”

Baca Juga :  Total Kasus Positif Covid-19 di Solo 554, Sembuh 407, Dalam Perawatan 30 dan Minggal 24 Orang

Namun sayang, sebelum kesampaian, The Godfather of broken heart tersebut dipanggil yang kuasa terlebih dulu. “Beliau ingin membawakan lagu Jawa Qosidahan atau dengan nuansa Islami. Niat itu sudah saya sampaikan juga ke Habib Syech, namun lagunya belum ada. Awalnya nanti kalau pandemi covid-19 sudah reda, rencananya direalisasikan,” ujarnya.

Gus Karim bercerita, dirinya terakhir bertemu dengan Didi Kempot sekitar lima hari lalu. Didi meninggal dunia, Selasa (5/5/2020), pukul 07.30 WIB di RS Kasih Ibu. Prabowo/ Prihatsari