JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Setelah 3 Bulan Kosong, Paus Fransiskus Kembali Berkati Publik di Alun-alun Santo Petrus

Paus Fransiskus saat memimpin acara Kamis Putih di tengah pandemik virus corona atau Covid-19 di St. Peter's Basilica di Vatikan, 9 April 2020 / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Paus Fransiskus saat memimpin acara Kamis Putih di tengah pandemik virus corona atau Covid-19 di St. Peter’s Basilica di Vatikan, 9 April 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah tiga bulan memberkati alun-alun kosong, Paus Fransiskus akhirnya kembali memberkati publik di alun-alun Santo Petrus, Minggu (24/5/2020).

Hal tersebut menyusul kembali dibukanya alun-alun Santo Petrus dan gedung Basilika Santo Petrus di Vatikan karena pandemi virus Corona (COVID-19) yang mulai mereda.

Dikutip dari Channel News Asia, Paus Fransiskus tidak hanya memberkati puluhan publik yang hadir di alun-alun Santo Petrus, tetapi juga kembali mengingatkan soal berdamai dengan alam.

Sebab, hari Ahad kemarin adalah perayaan 5 tahun Laudato Si’ atau amanat Paus soal pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Baca Juga :  PBB Umumkan Amerika Serikat Akan Tinggalkan WHO Tahun Depan

Dalam beberapa bulan terakhir, Paus Fransiskus memang konsisten berkhotbah atau memberikan pesan soal lingkungan hidup.

Menurutnya, terjadinya bencana perubahan iklim adalah tanggung jawab umat manusia yang tidak lagi peduli terhadap alam.

Paus Fransiskus bahkan mengaitkan pandemi virus Corona (COVID-19) dengan perlakuan manusia terhadap lingkungan hidup.

Ia berkata, pandemi yang terjadi adalah balasan alam ketika manusia tak lagi peduli terhadapnya.

Baca Juga :  Diterpa Gelombang Kedua Virus Corona, Reputasi Australia Runtuh

Selain berpesan soal lingkungan hidup, Paus Fransiskus juga memberikan salam kepada umat Katolik di Cina.

Rencananya, September ini, Paus Fransiskus akan memperbarui kesepakatan baru dengan Cina perihal otoritas Vatikan terhadap keuskupan Katolik di sana.

Sebelumnya, Katolik Cina mengalami perpecahan karena adanya keuskupan yang diakui dan tidak diakui Pemerintah Cina.

Perpecahan itu berlangsung selama 50 tahun hingga tahun 2018 di mana Vatikan meneken kesepakatan soal otoritas terhadap keuskupan di Cina.

www.tempo.co