JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Tambahan 9 Warga Positif Covid-19 di Sragen Berasal dari 6 Kecamatan. Kecamatan Ngrampal Terbanyak Tambah 3 Positif Baru!

Ilusttasi tim medis berpakaian APD lengkap saat menjemput pasien salah satu positif covid-19 di Sragen. Foto/Wardoyo
Sebuah gambar tim medis berpakaian APD lengkap saat menjemput pasien peserta Ijtima Ulama Gowa yang terindikasi positif covid-19 di Sragen, Senin (4/5/2020). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen meroket tajam di Sragen. Hari ini Jumat (8/5/2020) sebanyak sembilan warga Sragen kembali dinyatakan positif terpapar covid-19.

Sembilan tambahan baru itu semuanya diketahui berasal dari klaster Ijtima Ulama Gowa.

Semuanya diketahui berjenis kelamin laki-laki dan merupakan peserta Ijtima Ulama yang sebelumnya sudah positif saat rapid test beberapa hari lalu.

Mereka selama beberapa hari dirawat dan diisolasi di Gedung SMS Sragen sambil menunggu hasil swab test.

Dari hasil penelusuran JOGLOSEMARNEWS.COM , sembilan warga yang dinyatakan positif covid-19 itu berasal dari enam kecamatan.

Berdasarkan data yang dirilis resmi corona.sragenkab.go.id, Kamis (8/5/2020) petang, dari 9 warga positif baru itu berasal dari Kecamatan Gesi, Gondang, Sambungmacan, Karangmalang, Kedawung dan Ngrampal.

Rinciannya, Kecamatan Ngrampal terbanyak dengan tambahan tiga kasus baru, kemudian disusul Karangmalang dengan dua kasus positif.

Baca Juga :  Kabar Baik, Hasil Kajian Terbaru, Sragen Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19. Jumlah Kasus Positif 487, 378 Pasien Dinyatakan Sembuh, Izin Hajatan Sudah Diperbolehkan?

Lantas masing-masing satu kasus dari Kecamatan Gesi, Gondang, Kedawung dan Sambungmacan. Sehingga total ada sembilan kasus positif baru hari ini.

“Hari ini hasil tes swab keluar untuk 17 orang dari klaster Gowa. Hasilnya sembilan orang positif, delapan negatif,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, Jumat (8/5/2020).

Sayangnya tidak disebutkan berasal dari desa mana saja tambahan sembilan warga peserta Ijtima Ulama yang dinyatakan positif tersebut.

Termasuk bagaimana riwayat perjalanan dan kemungkinan tertularnya hingga potensi riwayat kontak dengan siapa saja, juga tidak ada penjelasan lebih lanjut.

“Data yang bisa kami sampaikan, bahwa hari ini hasil seab keluar untuk 17 orang. Yang positif 9 orang. Sehingga total kasus positif sampai hari ini ada 28 orang,” terang Tatag.

Dari 28 kasus positif itu, empat orang dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. Sedang satu orang meninggal dunia dari Ngarum, Ngrampal.

Baca Juga :  Parah, Sepasang ABG Tertangkap Mesum dan Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Dilakukan di Siang Bolong, Netizen Geregetan Sebut Urat Malu Sudah Putus

Untuk sembilan tambahan positif baru hari ini, Sekda menyampaikan mereka semuanya masih berada di gedung SMS untuk menjalani isolasi dan penanganan khusus.

Karena positif, pasien tersebut juga dipisahkan dari para peserta Ijtima lainnya yang masih menunggu hasil swab.

“Mereka dipisahkan dari yang lain karena harus mendapat penanganan khusus. Tapi secara umum kondisinya baik, tidak ada gejala mengarah kegawatdaruratan atau keluhan klinis,” terangnya.

Sementara, secara keseluruhan, data komulatif hingga hari ini mencatat jumlah pasien meninggal kini sudah mencapai 11 orang.

Terdiri dari satu pasien positif di Ngarum Ngrampal, dan delapan PDP masing-masing dua dari Sragen Kota, Tenggak Sidoharjo, Celep Kedawung, Gemantar Mondokan, Dawung Sambirejo, Sambungmacan Sambungmacan, dan Hadiluwih Sumberlawang.

Lantas ada satu balita PP meninggal dari Desa Kedawung Kecamatan Kedawung dan satu ODP asal Jati Sumberlawang. Wardoyo