JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Wali Kota Solo Tegaskan Selama Perpanjangan KLB Tak Ada Pelonggaran Kebijakan Covid-19

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan tidak ada istilah pelonggaran kebijakan covid-19 di Kota Solo. Dengan kata lain, seluruh kebijakan terkait penanganan covid-19 di Kota Solo masih diterapkan seperti sebelumnya.

Menurut Rudy, saat ini pihaknya tengah melakukan tahapan evaluasi setelah melaksanakan penerapan kejadian luar biasa (KLB) Corona sejak 13 Maret 2020 lalu.

“Kita belum memutuskan pelonggaran. Tapi sedang dalam tataran evaluasi. Kita evaluasi dan masa KLB diperpanjang sampai tanggal 7 Juni 2020. Supaya masa inkubasi selama beberapa hari bisa diselesaikan. Intinya kita tidak membicarakan pelonggaran,” tegasnya, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga :  10 Ribu Kamar Hotel di Solo Disiapkan untuk Piala Dunia U-20

Menurut Rudy, selama masa perpanjangan KLB ini tidak akan ada perubahan sama sekali pada penerapan kebijakan selama KLB seperti sebelumnya. Penerapan protokol kesehatan tetap diutamakan, termasuk untuk pusat perbelanjaan dan tempat kuliner yang ramai.

“Pembeli harus diatur tempat duduknya. Sebenarnya sudah sejak awal kita mengatur itu, kita melarang makan di tempat namun kita malah dibully. Tapi kita tetap akan menegakkan peraturannya. Petugas patroli dari satpol PP tetap akan diterjunkan untuk menegakkan kebijakan yang sudah diterapkan,” pungkas Rudy.

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

Seperti diketahui, penerapan masa KLB Corona di Kota Solo diperpanjang hingga 7 Juni 2020. Keputusan perpanjangan masa KLB tersebut diambil setelah dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait dan stake holder.

“Beberapa pertimbangan imbangannya karena adanya pasien terkonfirmasi positif bertambah empat orang, tiga diantaranya dari Joyotakan. Selain itu ada delapan tenaga kesehatan yang reaktif, dua pedagang pasar burung Depok yang reaktif dan satu orang dari pusat perbelanjaan yang reaktif juga,” ujar Rudy. Prihatsari