JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ada 3 Kasus Positif Covid-19 Baru, Pemkab Karanganyar Kekeh New Normal. Bupati Minta Masyarakat Jangan Dibuat Ketakutan, DPRD Minta Pemkab Jangan Sembrono!

Ilustrasi hasil tes virus corona. Pexels
Ilustrasi hasil tes virus corona. Pexels

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar, tetap kekeh akan menerapkan new normal kendati ada tiga tambahan kasus baru positif corona atau covid-19 di wilayah setempat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai rapat paripurna pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, di ruang rapat DPRD setempat, Kamis (04/06/2020) mengaku tidak khawatir penyebaran covid-19 ini semakin meluas.

Menurutnya, tambahan kasus positif Covid-19, posisinya sudah jelas. Dua pasien yang terpapar, merupakan tenaga kesehatan dan telah memahami apa yang harus dilakukan.

Baca Juga :  Lagi Miskin Anggaran, Nasib Pembangunan Gedung Teater Karanganyar Sebesar Rp 7 Miliar Terpaksa Harus Dipending Dulu

Sekalipun dari Pemkab sendiri, telah memperlakukan yang bersangkutan dengan memberikan pelayanan kesehatan yang baik.

Demikian juga dengan keluarga salah satu peserta ijtima’ulama yang dinyatakan positif Covid-19, dinilai tak terlalu mengkhawatirkan.

“New normal terus berlangsung, kita tidak khawatir. Masyarakat terus kita disiplinkan lebih kepada persoalan kesehatan,” papar bupati kepada wartawan.

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut menegaskan, masyarakat jangan dibawa ke dalam situasi mencekam dan menakutkan.

“ Psikologis masyarakat harus kita bangkitkan. Jangan masyarakat dibuat ketakutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Meroket Jadi 75 Orang. Jumlah Kasus Positif Dekati Angka 400, Suspek 1.842

Sementara, anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, mengapresiasi rencana  bupati menerapkan new normal dalam rangka percepatan perbaikan perekonomian masyarakat.

Namun ia memandang dengan masih bertambahnya pasien positif Covid-19 di Karanganyar, bupati diminta untuk melakukan evaluasi atas kebijakan tersebut.

“Jangan tergesa-gesa  memutuskan pemberlakuan new normal, perlu persiapan yang matang dan dukungan dari rsemua elemen masyarakat.  Jangan sembrono dalam membuat kebijakan, apalagi yang berkaitan dengan keselamatan warga masyarakat,” tukasnya. Wardoyo