JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Klaster Baru Penyebaran Covid-19 dari Jakarta Mulai Rambah Sragen. Pedagang asal Pringanom Masaran Positif Tertular Usai Pulang dari Jakarta

Ilustrasi rapid test. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi rapid test. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat Sragen agaknya harus makin waspada dengan potensi penyebaran corona virus atau covid-19.

Pasalnya jika selama ini, kasus positif covid-19 lebih didominasi klaster Ijtima Gowa, Pondok Temboro dan Solo, kali ini kasus positif covid-19 di Masaran justru berasal dari klaster baru.

Klaster penyebaran covid-19 itu adalah klaster Jakarta. Hal itu diketahui dari penambahan satu kasus dari warga di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Sragen yang dinyatakan positif covid-19 pada Kamis (4/6/2020).

Baca Juga :  Update Corona Wonogiri, Warga Eromoko Meninggal Terkonfirmasi Positif COVID-19, Berprofesi ABK Transmisi Klaster Perjalanan Surabaya

Dia menjadi pasien positif kedua yang tertular dari Klaster Jakarta. Pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 48 tahun berinisial S itu diduga tertular dari pamannya yang tinggal di desa yang sama dan sama-sama berprofesi sebagai pedagang di Jakarta.

Paman dari S sebelumnya sudah lebih dulu dinyatakan positif terpapar covid-19 beberapa hari lalu, juga sepulang dari Jakarta.

“S adalah sepupu dari pasien sebelumnya juga asal Pringanom Masaran. Keduanya tertular dari klaster Jakarta. Profesinya sama-sama pedagang,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga :  Waspada, Mulai Terjadi Transmisi Lokal Penularan Kasus Covid-19 di Karanganyar. Bupati Ungkap 4 Warga Terbaru yang Positif Tertular dari Pasien Positif di 2 Wilayah Ini!

Hargiyanto menambahkan pasien positif kedua asal Pringanom tersebut sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG). Saat ini yang bersangkutan dirawat di Gedung SMS Sragen.

Dengan tambahan satu kasus positif, maka secara akumulatif, total kasus positif di Sragen hingga hari ini tercatat sebanyak 35 kasus. Dari jumlah itu, 27 orang dinyatakan sembuh, 7 masih dirawat dan satu meninggal dunia. Wardoyo