JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Cerita Sedih Korban Terjerat Benang Layangan Hingga Tewas, Tetangga: Korban Orang Baik dan Entengan

Rumah YBS (21) di Kampung Sumber RT 02 RW 08, Banjarsari Solo. Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOLGOSEMARNEWS.COM – Pemuda asal Kampung Sumber RT 02 RW 08, Banjarsari berinisial YBS (21) tewas usai tersangkut benang layangan saat melintas di Jalan Tangkuban Perahu, atau tepatnya depan Kantor Pos Mojosongo, Jebres, Kamis (11/06/20) sore.

Kondisi korban cukup memperihatinkan karena mengalami luka parah dengan leher tersayat. Nyawanya tak tertolong karena luka hingga ke pembulu nadi meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Moewardi Surakarta.

Tetangga korban, Sri Lestari, mengetahui kabar meninggalnya YBS kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu ada seseorang yang menanyakan lokasi rumah korban kepada dirinya.

“Kemarin ada yang ke sini nunjukkan ktp dan foto, karena hpnya tidak bisa dibuka. Memang benar itu korban tinggal di sini,” kata Sri saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga :  Dinilai Langgar Kode Etik, 5 Anggota Bawaslu Sragen Disidang DKPP di Solo Pagi Ini, Masyarakat Dapat Menyaksikan Lewat Medsos Ini

“Kesehariannya buka bengkel di Mojosongo sudah dua tahun ini, rumahnya nyewa tapi dia yang ngelola sendiri. Dulu sama kakaknya. Setelah kakaknya menikah akhirnya buka sendiri-sendiri,” ujar dia.

Tetangga lainnya, Sumiyatun tak menyangka korban meninggal dengan cara tragis. Selama ini, YBS dikenal baik dengan para tetangga.

Korban dan keluarga juga dikenal darmawan dan membantu para warga sekitar, termasuk aktivitas di kampung. Untuk itu, dirinya kaget jika tetangga yang hanya berjarak satu rumah dari kediamannya itu meninggal dunia kemarin sore.

Baca Juga :  Rumah Makan MakanKu Usung Menu yang Cocock Kondisi Pandemi Covid-19. Dapat Pujian dari Kapolda Maupun Gubernur Jateng

“Orangnya baik mas, termasuk keluarganya juga. Sering bantu-bantu warga juga. Pokoknya sering srawung lah di sini,” paparnya.

Soal pemakaman, Sri Lestari mendapat informasi awalnya sempat akan dibawa ke Tuban, yakni kampung halaman sang ibunda. Namun kondisi pandemi Covid-19 membuat rencana itu tak dilakukan, sehingga korban direncanakan akan dikremasi. Korban saat ini masih disemayamkan di Rumah Duka Tiong Ting, Jebres.

“Nanti kalau dibawa ke Tuban sampai sana tidak boleh dimakamkan kan malah kasihan. Akhirnya diputuskan dikremasi,” ucap Sri Lestari. Prabowo