JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Demo Buruh PT Tyfountex Gumpang Kartasura Sukoharjo Akhirnya Dibubarkan Polisi Lantaran Jadi Kerumunan Massa

Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas. Foto : Polres Sukoharjo
Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas. Foto : Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kembali para buruh PT Tyfountex menggelar demo di komplek depan pabrik di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Kamis (11/6/2020).

Hanya saja demo kali ini tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian terpaksa membubarkan aksi unjuk rasa itu. Kepolisian dalam hal ini Polres Sukoharjo juga melakukan penyekatan di jalan Slamet Riyadi menuju pabrik PT Tyfountex.

Pembubaran massa tersebut dilakukan dengan cara persuasif. Polisi mengimbau massa segera membubarkan diri dengan tertib.

Baca Juga :  Menohok, Pernyataan Bakal Cawabup Wiwoho Ingatkan Pola Intervensi dan Menekan PNS dan Kades Justru Akan Berdampak Sikap Apatis Dari Rakyat!

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menegaskan, pembubaran itu terpaksa dilakukan dengan dasar surat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sukoharjo. Intinya penyampaian pendapat di muka umum tidak dalam bentuk kegiatan yang menjadi berkumpulnya massa.

“Hal itu juga berpedoman dari maklumat Kapolri tentang penanganan penyebaran Covid-19,” jelas dia.

Pembubaran aksi tersebut juga untuk mengantisipasi ada kluster penyabaran COVID-19 baru di Kabupaten Sukoharjo.
Pihaknya tidak ingin aksi tersebut nanti dapat menimbulkan klaster baru.

“Kami memahami apa yang dirasakan buruh, jadi kami membubarkan dengan humanis,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Bertambah 11 Menjadi 589, Pasien Meninggal Tidak Bertambah

Sementara yang menjadi tuntutan karyawan antara lain gaji dan THR karyawan aktif, gaji dan THR karyawan dirumahkan, gaji dan THR karyawan kontrak, angsuran pesangon karyawan terkena PHK atau efisiensi, angsuran pesangon karyawan pensiun serta JHT segera dicairkan. Dengan aksi tersebut diharapkan perusahaan segera membayar hak karyawan. Selama ini, berbagai mediasi dan negosiasi sudah sering dilakukan tanpa hasil memuaskan karyawan. Aria