JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Dua Pasien Corona di Gunungkidul Dinyatakan Sembuh, Namun Muncul 1 Pasien Baru

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Dua orang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul akhirnya dinyatakan sembuh. Namun, pada hari yang sama, terdapat tambahan satu pasien positif Covid-19.

Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, Selasa (16/6/2020).

Dewi mengatakan, dua pasien yang sembuh tersebut berasal dari Kecamatan Karangmojo.

“Keduanya laki-laki berumur 28 dan 26 tahun,” jelas Dewi lewat keterangannya pada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Sedangkan tambahan satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 hari itu juga, merupakan laki-laki berumur 51 tahun asal Kecamatan Semin.

Baca Juga :  Yogyakarta Punya 5 Rute Jalur Wisata Sepeda, Menyusuri Perkampungan, Rute Bisa Diakses di Aplikasi Jogja Smart Service

Pasien baru tersebut kini sudah dirujuk ke RSUD Wonosari untuk menjalani perawatan.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan terhadap kasus baru itu, Dewi mengatakan pria tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, Surabaya saat ini diketahui menjadi Zona Hitam Covid-19, di mana kasus positif termasuk paling banyak.

“Pria ini dinyatakan positif Covid-19 namun tanpa gejala (OTG), dan masih terkait juga dengan kluster pedagang ikan,” papar Dewi.

Penambahan pasien itu membuat jumlah positif Covid-19 di Gunungkidul menjadi 50 kasus secara akumulatif. Tercatat ada 39 kasus sembuh (bertambah 2 hari ini), 10 dalam perawatan, dan 1 meninggal dunia.

Baca Juga :  Tugu Pal Putih Yogya Kembali Dihantui 2 Sosok Pocong Gentayangan

Merujuk pada laporan Dinkes Gunungkidul Selasa (16/6/2020), sebanyak 19 spesimen swab telah diambil. Total sudah 574 spesimen swan yang diambil, di mana 495 spesimen dinyatakan negatif dan 29 spesimen masih dalam proses.

“Terdapat tambahan 3 OTG yang reaktif Rapid Test, sehingga jumlah keseluruhan secara akumulatif menjadi 469 OTG,” kata Dewi.

www.tribunnews.com