JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Dua Pekan Pasca Lebaran, Kasus Corona di Kota Semarang Melonjak, Hendi Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Atasi Covid-19

Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media di komplek Balai Kota Semarang, Selasa (2/6/2020). Foto: JSNews/Satria Utama

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penularan virus korona baru atau Covid-19 di Kota Semarang melonjak drastis selepas Idul Fitri. Setelah dua pekan lebih pasca Perayaan lebaran yang dirayakan pada 24 Mei 2020 lalu, berdasrkan laman pemantauan informasi coronavirus di Kota Semarang, pada tanggal 10 Juni 2020 melonjak menjadi 240 kasus positif terinfeksi virus corona.

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sebelum perayaan Idul Fitri kasus Covid-19 sempat turun dari awalnya sebanyak 130 orang hingga tinggal 47 orang di H-7 Lebaran. Atas melonjaknya jumlah positif Covid-19 itu, menurut Hendi Kota Semarang kembali menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk periode 25 Mei hingga 7 Juni. Ini merupakan PKM jilid II setelah sebelumnya diberlakukan pada 27 April hingga 24 Mei.

“Hingga kini tes masif dan penelusuran kontak juga terus dilakukan,” terang Hendi, Rabu (10/6/2020) siang.

Baca Juga :  I’am Pelgading, Wisata Alam Nan Menakjubkan

Menurut Hendi, pergerakan orang dan barang sulit dikendalikan karena Semarang merupakan daerah lintas kota. Dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat, orang masih boleh menjalankan kegiatan usaha tetapi dengan rambu-rambu dan protokol kesehatan.

“Pabrik masih diperbolehkan beroperasi tetapi jumlah pekerja dalam setiap sif dikurangi hingga setengahnya. Pedagang kaki lima juga diperbolehkan dari pagi hingga pukul 8 malam, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan. Begitu pula dengan restoran,” jelas dia.

“Kami mengimbau, mengingatkan masyarakat untuk tergerak menerapkan hidup sesuai SOP kesehatan. Patroli juga terus dilakukan oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Semarang,” sambung orang nomor satu di Kota Semarang ini.

Lebih lanjut, Hendi mengungkapkan, Pemkot Semarang menggelontorkan anggaran hingga Rp250 miliar guna menanggulangi pandemi Covid-19. Menurut dia, besaran angka tersebut diperoleh dari revisi anggaran untuk ke sembilan kalinya.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

“Untuk menanggulangi Covid-19, hingga Bulan Oktober mendatang kami menganggarkan hingga Rp250 miliar,” ungkap dia.

Hendi juga menjelaskan, pada bulan Juni 2020, bakal menyalurkan ratusan ribu paket bantuan pada kepala keluarga terdampak Covid-19 di wilayahnya. Ia menyebut sebanyak 238.000 paket siap disalurkan kepada warga Kota Semarang. Ratusan ribu paket bantuan tersebut, merupakan bantuan dari Kementerian Sosial dan dari pihak Pemkot Semarang.

“Sebanyak 120.000 itu bentuknya paket sembako dari Pemkot Semarang, sementara 118.000 itu bentuknya Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial,” bebernya.

“Kami meminta kesediaan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi ratusan ribu paket sembako ini. Masyarakat harus betul-betul mengawasi distribusi bantuan ini. Jangan sampai ada masyarakat yang dapat dua paket, sementara yang lainnya malah tidak dapat,” sambung dia. Satria Utama