JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hitungan Jaksa Atas Kerugian Kasus Jiwasraya Lebih Tinggi dari BPK, Capai Rp 17 T

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kerugian dari kasus korupsi di perusahaan asuransi PT Jiwasraya mencapai Rp 17 triliun.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono.

Angka kerugian itu lebih besar dari hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hanya sebesar Rp 16,8 triliun.

“Dari jumlah itu aset itu ada yang bisa turun nilainya karena fluktuasi nilai uang atau mobil, itu bisa turun. Di sisi lain tanah bisa naik juga, kecuali tanah di Sidoarjo itu, tanah Lapindo,” kata Hari saat ditemui di Kejaksaan Agung, Selasa (24/6/2020).

Baca Juga :  Tak Semua Hotel Mau Jadi Tempat Karantina Pasien Positif Covid-19, PHRI: Masalah Branding hingga Rendahnya Harga Sewa Kamar oleh Pemerintah

Dari keseluruhan aset yang dihitung oleh penyidik, Hari mengatakan hanya tanah di Lapindo, Sidoarjo yang harganya terus turun. Sedangkan aset lainnya harganya terus naik.

“Penyidik tentu berupaya untuk mencari menemukan barang-barang atau barang bukti yang bisa mengcover itu semua,” kata dia.

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal di Jalan Percetakan Negara: Polisi Ungkap Calo Berperan Besar dan Dapat Untung Paling Banyak

Dalam perkara Jiwasraya ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

www.tempo.co