JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kalah dari Gibran dalam Survei, Purnomo: Saya Tidak Akan Ubah Strategi

Wakil Wali Kota Solo yang juga merupakan Bakal calon wali kota Solo yang diusung PDIP Solo, Achmad Purnomo, saat di wawancarai wartawan, Kamis (18 Juni 2020.. Foto: JSNews/Prabowo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – bakal calon wali kota Solo usungan PDIP Solo, Achmad Purnomo mengaku tidak akan mengubah strategi meskipun elektabilitasnya kalah dari Gibran Rakabuming Raka. Bahkan Purnomo tidak akan mengambil langkah yang sama seperti blusukan untuk menaikkan popularitasnya.

Purnomo mengatakan akan terjun ke masyarakat jika rekomendasi sebagai calon wali kota Solo daei PDIP resmi diturunkan kepadanya.

“Saya tetap beraktivitas seperti biasa. Saya tetap melayani warga Solo seperti biasa, sebagai Wakil Wali kota Solo,” urainya, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga :  Konsisten Jadi Oposisi, Partai Berkarya Enggan Dukung Gibran

Ditambahkan Purnomo, pencalonan dirinya sebagai wali kota Solo secara bulat dilakukan DPC PDIP Solo. Maka strategi pemenangan diserahkan penuh kepada partai.

“Saya tidak akan menambah agenda blusukan. Apa yang saya lakukan selama ini tidak pernah diumumkan, apalagi diberitakan oleh media. Sebaliknya lawan kan apapun yang dilakukan selalu diberitakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah survei menunjukkan hasil elektabilitas bakal calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka lebih unggul dibandingkan dengan bakal calon wali kota usungan PDIP Solo, Achmad Purnomo. Tercatat elektabilitas Gibran berada di angka 55 persen, sedangkan Purnomo di angka 36 persen.

Baca Juga :  Gibran Siap Ketuk Rumah Warga Satu Persatu Demi 80 % Suara

Pemimpin Soloraya Poling, dr Suwardi yang merupakan Dosen pasca sarjana Universitas Slamet Riyadi Solo, mengungkapkan, elektabilitas Gibran naik seiring dengan gerakan masifnya terjun ke masyarakat secara langsung saat pandemi Corona.

“Sedangkan Achmad Purnomo dinilai tidak bekerja. Selain itu, manuver politik Purnomo dengan niat mundurnya dari ajang Pilkada namun tidak jadi, memberikan efek negatif,” ujarnya. Prihatsari