JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pengawasan Protokol Kesehatan di Kendal Diperketat

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kendal kembali memberlakukan kebijakan tegas dalam menangani pandemi virus corona (covid-19). Langkah itu diambil pasca melonjaknya kasus positif covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, mengungkapkan untuk menekan kasus positif covid-19, Pemkab Kendal mengupayakan yang terbaik guna menekan laju pertumbuhan pasien covid-19.

“Kami akan bekerja keras dalam mencegah penyebaran virus corona Kami telah melakukan penanganan serta pendekatan medis yang terbaik untuk menangani pasien positif. Pendekatan psikologis juga dilakukan sebagai upaya pencegahan,” terang Mirna kepada wartawan, Jumat (19/6/2020) kemarin.

Mirna juga menyampaikan, melonjaknya kasus positif covid-19 di Kendal setelah dilakukan rapid test dan swab. Di sisi lain, menurut dia, belum adanya kebijakan sanksi tegas bagi masyarakat yang melanggar aturan disiplin protokol kesehatan.

“Kami juga telah menggencarkan  penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Pengawasan terhadap pembatasan kegiatan masyarakat diperketat,” urai Mirna.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama dengan GRMS untuk Sinkronisasi Data Covid-19

“Seluruh aktivitas mulai benar-benar dibatasi dan menerapkan disiplin protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,”sambung Mirna.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, ada tiga daerah zona merah di Jawa Tengah yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan adanya daerah lain yang grafik kasusnya terus naik.

Kenaikan itu dikarenakan masifnya pengecekan dan tes massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dua daerah yang menjadi perhatian Ganjar saat ini adalah Kabupaten Temanggung dan Kendal.

“Temanggung dan Kendal jadi perhatian saya, grafiknya naik terus. Ini bisa dikategorikan merah,” kata Ganjar saat mengecek Pasar Ngadirejo Temanggung, Selasa (16/6/2020) lalu.

Ganjar memang sedang menggenjot adanya pemeriksaan massal di seluruh daerah di Jawa Tengah. Bupati/Wali Kota diminta tidak resah dengan terjadinya peningkatan kasus dari upaya tracing ini.

“Jangan takut dan resah, justru dengan begini jadi ketahuan berapa yang positif kemudian diambil tindakan konkretnya. Daripada terlihat landai dan bagus, tapi karena tidak dilakukan apa-apa. Tidak dilakukan tracing. Maka saya minta seluruh bupati/wali kota gencar melakukan pengecekan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

Meningkatnya jumlah kasus, menurutnya akan dibarengi dengan upaya-upaya percepatan penanganannya. Langkah-langkah penataan di tempat-tempat yang berpotensi menjadi episentrum baru terus dilakukan.

“Penataan tempat publik seperti pasar tradisional ini terus kami lakukan. Termasuk kita lakukan rapid test massal, kalau ketahuan reaktif langsung PCR,” tegasnya.
Pihaknya sudah menggelar rapat bersama jajaran termasuk pengelola laboratorium PCR di Jawa Tengah untuk keperluan itu. Menurutnya, semua lab sudah disiapkan dan semuanya siaga.

“Semua lab di Jateng siaga, kapasitasnya juga cukup. Tingga saya minta mereka bekerja jauh lebih cepat, kalau biasanya hasil tes jadi 2-3 hari, saya minta sehari selesai,” tutupnya.

Selain Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Kabupaten Magelang, dua daerah yang grafiknya meningkat adalah Temanggung dan Kendal. Satria Utama