JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Namanya Dicatut Dalam PPDB di SMAN 1 Kudus, Begini Klarifikasi Gus Yasin

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Humas Pemprov
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 menarik perhatian publik Jawa Tengah hingga menuai polemik masyarakat. Betapa tidak, belum lama ini nama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dicatut oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kudus.

Mengetahui namanya dimanfaatkan untuk perbuatan yang tidak benar, Wagub Jateng yang akrab disapa Gus Yasin melakukan klarifikasi. Gus Yasin menyampaikan tidak pernah berkomunikasi dengan siapapun baik itu kepala sekolah, panitia PPDB ataupun kepala dinas untuk menerima siswa titipan.

“Saya katakan bahwa di sini saya tidak pernah bertelepon atau menyuruh seseorang untuk memberikan masukan kepada kepala sekolah atau panitia, atau kepala dinas sendiri pun, saya tidak pernah mengkonfirmasi itu,” katanya di rumah dinas Rinjani, belum lama ini.

Baca Juga :  Kisah Pemburu Harta Karun "Suku Kalang" di Kawasan Hutan Blora, Berburu Benda Cagar Budaya Bekal Kubur

Ia pun meminta masyarakat terbuka dan jujur dalam proses pelaksanaan PPDB. Apabila ada keluhan dan kendala, cukup disampaikan ke dinas terkait.

“Itu (PPDB) juga sudah ada aturannya. Berapa persen dari zonasinya, berapa persen dari masyarakat yang tidak mampu, berapa persen dari orang-orang yang berprestasi. Maka kita taati saja, ikuti saja jalurnya, pendaftaran sudah jelas,” terang dia.

Ia pun meminta pada kepala sekolah dan panitia PPDB untuk tidak menghiraukan jika ada yang membawa namanya agar anaknya diterima di sekolah tertentu. Selain itu ia juga berpesan pada orang tua siswa untuk mengajarkan kejujurann pada anaknya terkait dengan proses PPDB ini.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Pengaruhi Indeks Kerawanan Pemilu di Kabupaten Semarang

Seperti diberitakan di sejumlah media online, nama Gus Yasin dicatut pihak tak bertanggung jawab saat pelaksanaan PPDB SMA/SMK Negeri di Kabupaten Kudus. Tujuannya yakni untuk meloloskan siswa titipan.

Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Shodiqun mengatakan sempat ditelepon seseorang yang mengaku sebagai utusan Wagub Jateng untuk memasukkan seorang siswa di sekolah itu.
Meski begitu, Shodiqun mengatakan tak lantas percaya. Ia menjawab bahwa pelaksanaan PPDB sudah dilakukan secara online dengan menggunakan sistem yang sesuai aturan. Satria Utama