JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

New Normal Hotel Solo, Okupansi Butuh Efek Domino, Percuma Jika Kegiatan Bisnis masih Dibatasi dan Bandara Masih Tutup

Dok Alila Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penerapan new normal menjadi angin segar bagi pengusaha hotel, termasuk di Kota Solo. Mereka menyambut antusias rencana pemerintah kota yang akan menerapkan new normal setelah status kejadian luar biasa (KLB) covid-19 dicabut.

Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A. Srestho mengungkapkan, peraturan atau kebijakan yang harus diterapkan selama new normal secara tidak langsung telah diterapkan pihak hotel sejak terjadinya pandemi Corona. Penerapan protokol kesehatan dan jaga jarak saat ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh hotel.

Baca Juga :  Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020, Anis Matta: Dinamika di Daerah

“Semua hotel sudah terbiasa melakukan cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker. Padahal sebelumnya tidak,” paparnya, Rabu (3/6/2020).

Sistho menambahkan, penerapan protokol kesehatan tersebut telah menjadi budaya baru di hotel-hotel. Sehingga hotel-hotel diyakini siap menyambut new normal yang akan diterapkan.

“Kalau untuk meningkatkan okupansi butuh efek domino. Tergantung seberapa cepat recovery wabah dilakukan pemerintah kota dan negara. Kalau ekonomi bisnis masih dibatasi, bandara masih ditutup, percuma. Karena hotel butuh kehadiran tamu fisik,” tukasnya.

Baca Juga :  Merasa Mendapat Perlakuan Tidak Menyenangkan, Belasan Wartawan Rame-rame Walkout dari Area Konferensi Pers Keraton Surakarta

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Wahyu Haryanto mengimbuhkan, seluruh bidang usaha menyambut baik rencana penerapan new normal. Mereka berharap new normal mampu membuka kembali pintu perekonomian.

“Kami optimistis dan menyambut baik dengan adanya new normal ini. Namun tetap harus diimbangi dengan adanya kesadaran masyarakat, terutama yang berada di dunia usaha. Bahwa nantinya akan ada budaya baru di dalam perusahaan,” paparnya. Prihatsari