JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Para Terdakwa Kasus Jiwasraya Pakai Nama Samaran, Mulai dari Chief Hingga Panda

Tersangka mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1/2020) / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya ternyata menggunakan nama samaran saat berkomunikasi membahas jual-beli saham lewat WhatsApp dan aplikasi percakapan lainnya.

“Tujuan penggunaan nama samaran tersebut untuk mengaburkan identitas pada saat melakukan komunikasi via WhatsApp, chat ataupun online,” kata Jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Menurut Jaksa, eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim menggunakan nama samaran Chief.

Baca Juga :  Ingat, Hari Ini Terakhir Masa Pemberkasan Peserta Lulus CPNS 2019. Batas Waktu Unggah Dokumen Ditutup Pukul 23.59 WIB

Adapun mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo memakai nama Rudy. Kemudian eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Syahmirwan, memilih nama samaran Mahmud.

Lalu Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, diberi nama samaran Pak Haji, sedangkan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto, pakai nama samaran Panda.

Kalau terdakwa Direktur PT Hanson Internasional, Benny Tjokrosaputro, tak disebut menggunakan nama samaran.

Baca Juga :  Polri Tak Beri Izin Keramaian Reuni 212 di Monas pada 2 Desember 2020, Panitia: Jika Kerumunan Pilkada Dibiarkan, Reuni 212 Akan Digelar di Waktu yang Tepat

Selanjutnya, seorang pegawai Jiwasraya yang tidak berstatus terdakwa, Agustin Widhiastuti, mendapat julukan Rieke.

Dalam perkara ini, Kejaksaan mendakwa Hendrisman, Hary Prasetyo, Syahwirman bersama dengan Heru, Henny dan Joko merugikan negara Rp 16,8 triliun.

Kerugian negara terjadi akibat salah kelola dana investasi nasabah Jiwasraya. Jaksa menyebut tiga petinggi Jiwasraya memperoleh duit, saham, mobil, dan paket wisata dalam perjanjian kerja sama dengan para pengusaha dan manajer investasi.

www.tempo.co