JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Parangtritis dan Mangunan Bakal Diuji Coba untuk Pilot Project New Normal

Petugas SAR bersama relawan melakukan proses penyisiran ke arah timur disepanjang pesisir dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Parang Endog. tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Pantai Parangtritis, hutan pinus Dlingo atau Mangunan dan Goa Selarong kemungkinan bakal mulai uji coba sebagai
pilot project penerapan new normal pandemi Covid-19 pada akhir Juni 2020.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo.

“Rencana pembukaan destinasi wisata itu tetap melihat perkembangan kasus pandemi Covid-19 di Yogyakarta,” ujar Kwintarto kepada Tempo, Selasa (2/6/2020).

Kalau memang selama Juni 2020 kasus melandai, ujar Kwintarto, akhir bulan ini bisa mulai uji coba dibuka dengan protokol kesehatan ketat.

Kwintarto menuturkan, awalnya Bantul hanya mengajukan rekomendasi uji coba new normal untuk Hutan Pinus Mangunan dan Goa Selarong kepada Pemerintah DI Yogyakarta.

Ada pula Kabupaten Sleman yang mengajukan objek wisata Kaliurang dan Tebing Breksi.

Di Hutan Pinus Dlingo atau Mangunan itu sendiri setidaknya ada tiga lokasi wisata yang diusulkan untuk dibuka, yakni Hutan Pinus Asri, Puncak Becici, dan Puncak Pengger.

Baca Juga :  Theresia Wulan, Guru yang Lihai Jadi Vokalis Keroncong

“Namun akhirnya Parangtritis juga kami persiapkan karena itu juga ikon wisata Yogyakarta,” ujar Kwintarto.

Kwintarto menjelaskan, usulan untuk Goa Selarong dan Hutan Pinus Mangunan diprioritaskan karena zona-nya relatif terbatas untuk menjalankan protokol kesehatan dan ada kelompok masyarakat yang turut mengelola. Hal itu akan memudahkan koordinasi dalam penerapan protokol kesehatan.

Adapun Pantai Parangtritis memiliki jangkauan yang luas dan punya banyak akses sehingga butuh perlakuan khusus saat menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Untuk mengatur agar petugas dan pengunjung Pantai Parangtritis bisa menerapkan protokol kesehatan, menurut Kwintarta, bisa jadi nanti aksesnya dibuat satu pintu setelah pos retribusi.

Selama di sana, wisatawan juga dilarang melepas masker atau pelindung wajah, serta tak boleh bergerombol.

Baca Juga :  Pemangkasan Jatah Libur Akhir Tahun, PHRI DIY Merasa Pariwisata Dijadikan Kambing Hitam

Kwintarto menuturkan, protokol kesehatan Covid-19, seperti pengecekan suhu tubuh dan tempat cuci tangan bagi wisatawan juga wajib dijalankan di seluruh objek wisata Bantul yang jadi percontohan new normal.

Dia menambahkan, tahapan uji coba pembukaan objek wisata tersebut akan dimulai dengan rampungnya standar operasional prosedur atau SOP protokol kesehatan bidang pariwisata yang disusun oleh Dinas Pariwisata DIY pada 5 Juni 2020.

Setelah itu, pematangan dan sosialisasi SOP. Tahap selanjutnya disosialisasikan dan masuk tahap simulasi di objek wisata yang akan jadi percontohan. Tahap akhir baru dilakukan uji coba.

“Kami belum bisa menyebut tanggal berapa akan diuji coba karena harus merampungkan tahapan itu sekaligus melihat kasus Covid-19, apakah grafiknya naik atau melandai,” ujarnya.

www.tempo.co