JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pengunjung Kawasan Titik Nol Yogya Tak Bermasker Akan Dipaksa Pulang

Kawasan Titik Nol Kilometer Yogya, di ujung jalan Malioboro, tampak sudah kembali dipadati pengunjung pada Sabtu (6/6/2020) petang. Pemerintah DIY sendiri masih memperpanjang masa tanggap darurat hingga 30 Juni 2020 guna memastikan new normal yang diproyeksi paling cepat Juli 2020 / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masyarakat yang berkunjung ke kawasan Kota Yogyakarya khususnya di kawasan Titik Nol Kilometer, akan dilaksa pulang oleh petugas apabila diketahui tidak mengenakan masker.

Sikap tegas terhadap protokol kesehatan tersebut memang digalakkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY demi mencegah terjadinya penularan virus corona di wilayah DIY.

Demikian ditegaskan oleh Ori Maranda, Koordinator Lapangan Pambudaya titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Menurutnya, jika ditemukan kerumunan pesepeda maupun kelompok pengunjung yang bergerombol, akan diimbau untuk menjaga jarak dan memakai masker.

“Yang tidak pakai masker kita suruh beli masker. Kalau tidak mau kita suruh pulang. Untuk komunitas sepeda kalau sudah bergerombol kita halau untuk keluar dari Titik Nol,” katanya, Selasa (9/6/2020).

Pantauan reporter Tribunjogja.com di lapangan, Selasa (9/6/2020) malam, suasana di kawasan Titik Nol Kilometer tampak cukup ramai.

Sebagian besar pengunjung terlihat masih mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker.

Seperti terlihat pada pukul 19.00 WIB malam itu, para pengunjung tampak menempati kursi-kursi di sekitar Titik Nol Kilometer untuk sekadar menikmati malam.

Beberapa kelompok pesepeda juga tampak hilir mudik di jalan maupun trotoar.

Sementara, di sisi jalan agak ke selatan para pedagang menggelar dagangannya, sebagian menjajakan masker.

Baca Juga :  Antisipasi Penularan Covid-19, Wisatawan Malioboro Dilarang Salat di Masjid Kompeks DPRD untuk Sementara

“(Malam ini) masih terbilang kondusif dan aman terkendali. Walaupun pengunjung sudah mulai banyak, untuk protokol kesehatan, semisal masker dan jaga jarak masih terkondisikan,” ujar Ori.

Dia menjelaskan, malam ini pihaknya menurunkan dua regu pengamanan ketertiban.

Masing-masing regu terdiri atas 12 orang, satu koordinator lapangan, dan satu wakil koordinator lapangan.

“Kita bagi menjadi tiga titik. Sisi utara daerah halte, barat daerah monumen batik, dan timur area Monumen Serangan Umum 1 Maret sampai ke Taman Pintar,” imbuhnya.

Perkembangan Kasus Covid-19 di DIY

Pemda DIY mengumumkan 2 kasus baru Covid-19 di DIY pada 9 Juni 2020. Sebanyak 24 Pedagang Pasar di Sleman Dinyatakan Reaktif

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan keduanya tercatat sebagai kasus 250 dan 251.

“Bertambahnya 2 kasus positif Covid-19 di DIY membuat saat ini total semua kasus positif Covid-19 menjadi 249 kasus,” ungkapnya, Selasa (9/6/2020).

Detilnya, untuk kasus 250 yakni laki-laki usia 39 tahun warga Bantul dengan riwayat perjalanan dari Jakarta.

Sementara kasus 251 perempuan usia 34 tahun warga Gunungkidul hasil dari tracing kontak positif kasus 243 yang terkait Klaster Pedagang Ikan.

Hingga saat ini terdapat 7 orang yang dinyatakan positif terkait Klaster Pedagang Ikan, 2 di antaranya adalah kasus awal yakni kasus 234 dan 235.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

Selanjutnya 6 kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani rangkaian perawatan di rumah sakit.

Hal itu membuat total kasus sembuh di DIY menjadi 191 kasus.

Keenam kasus tersebut yakni kasus 146 laki-laki usia 26 tahun warga Bantul, kasus 175 laki-laki usia 56 tahun warga Gunungkidul, kasus 196 laki-laki usia 26 tahun warga Sleman, kasus 201 perempuan usia 25 tahun warga Sleman, kasus 227 perempuan usia 25 tahun warga Sleman, dan kasus 229 perempuan usia 36 tahun warga Kota Yogyakarta.

“PDP meninggal dalam proses laboratorium berjumlah 1 orang, sudah diswab yakni perempuan usia 61 tahun warga Bantul dengan riwayat penyakit kanker usus,” bebernya.

Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 9 Juni 2020 adalah total PDP sebanyak 1.645 orang di mana 89 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 249 orang dinyatakan positif (191 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.230 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 166 orang (21 orang meninggal dunia).

Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 7.003 orang.

www.tribunnews.com