JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perusakan Marak, Semua Tugu Perguruan Silat di Sragen Bakal Dirobohkan. Kapolres Beri Waktu Sepekan

Kondisi tiga patung dan tugu PSHT di wilayah Sukodono dan Sidoharjo diketahui sudah rusak, Jumat (27/3/2020) pagi. Foto/Istimewa
Kondisi tiga patung dan tugu PSHT di wilayah Sukodono dan Sidoharjo diketahui sudah rusak, Jumat (27/3/2020) pagi. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Maraknya aksi perusakan tugu milik sejumlah perguruan silat di Sragen membuat sejumlah elemen akhirnya duduk bersama mencari solusi.

Hasil kesepakatan, semua tugu milik semua perguruan silat di Bumi Sukowati, diminta untuk dirobohkan.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo bahkan memberi batas waktu sepekan ke depan kepada semua perguruan silat untuk merobohkan tugu mereka sendiri.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen seusai memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama tiga perwakilan perguruan silat di Ruang Sukowati, kompleks Setda Sragen, Jumat (26/6/2020).

Advertisement

Rapat dihadiri jajaran Muspida dan pimpinan sejumlah perguruan silat di Sragen. Namun dalam pertemuan tadi, baru tiga pimpinan perguruan silat yang hadir.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Depan Garuda Sragen, Pemotor Honda CBR Hilang Kontrol Tewas Hantam Pohon

Yakni dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen yang diketuai Jumbadi, PSHT Sragen yang diketuai Surtono dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Sragen yang diketuai Waluyo.

Setelah melalui pembahasan dan penjelasan, akhirnya disepakati semua tugu perguruan silat yang berdiri di tepi jalan umum harus dibongkar.

Kesepakatan itu didasarkan untuk menjaga kondisivitas dan gesekan antar perguruan lantaran belakangan kerap terjadi aksi pengrusakan tugu perguruan silat.

Baca Juga :  Hancurkan China 3-0, Indonesia Rebut Piala Thomas Usai Menunggu 19 Tahun. Jojo Sukses Jadi Penentu Kemenangan

“Sesuai kesepakatan bersama tadi,  semua tugu perguruan silat akan dilakukan pembongkaran,” papar Kapolres kepada wartawan.

Menurut Kapolres, dari hasil pendataan, saat ini di Sragen terdapat ratusan tugu milik berbagai perguruan silat.

Di antaranya milik PSHT sebanyak 187 tugu, 19 tugu milik IKSPI Kera Sakti, dan puluhan milik perguruan lainnya. Seperti perguruan silat Pagar Nusa, Cempaka Putih dan lainnya.

“Sesuai kesepakatan, semua tugu harus dirobohkan,” terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan pertemuan tadi baru mengundang dua perguruan silat yakni PSHT dan IKSPI.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua