JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Seorang Bocah Tewas dalam Perjalanan ke Rumah Sakit Usai Tenggelam di Sungai Banjar Kanal Barat Semarang

Tim Damkar Kota Semarang berhasil mengevakuasi bocah malang yang tenggelam di Sungai Banjar Kanal Barat, kemarin. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis dialami seorang anak bernama Akmal Husni Alfaruq di Kota Semarang. Anak belia yang masih berusia 11 tahun warga Lemah Gempal, Bulustalan, Semarang Selatan ini tenggelam di Sungai Banjar Kanal Barat.

Sebelum meninggal dunia, Tim Damkar Kota Semarang berhasil menyelamatkan bocah malang ini. Namun, nyawa korban tak dapat diselamatkan dalam perjalanan menuju rumah sakit Wira Bhakti Tamtama.

Data yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang bocah ini ini terjadi pada Sabtu (27/6/2020). Diduga bocah malang tersebut tak mahir berenang di Sungai Banjir Kanal Barat.

Baca Juga :  Pembangunan Kampung Keluarga Berkualitas di Blora Terus Dipacu

Kapolsek Semarang Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo, saat dikonfirmasi wartawan mengemukakan, korban tenggelam diketahui bernama Akmal Husni A (11) warga Lemah Gempal, Bulustalan, Semarang Selatan.

“Korban sebelumnya bersama tiga rekannya diduga mandi di seputaran kali Plered. Sebelumnya sempat ditegur oleh penambal ban untuk tidak mandi di sungai namun tidak diindahkan. Selang beberapa saat operator esvakator memberitau kalau ada anak tenggelam,” ungkap Kompol Untung, kemarin.

Diungkapkannya lebih lanjut, adanya peristiwa tersebutwarga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi korban. Korban diduga kurang mahir berenang dan sempat muntah usai dievakuaai oleh tim pemadam kebakaran Kota Semarang. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan saat perjalanan menuju rumah sakit Wira Bhakti Tamtama.

Baca Juga :  Legislator Blora Lakukan Pengawasan Khusus Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

“Setelah hampir satu jam lamanya, akhirnya korban dapat ditemukan dan dibawa ke pinggir sungai,” terang Kapolsek.

“Korban sempat mendapat pertolongan pertama dan korban sempat muntah. Namun dalam perjalanan ke rumah sakit nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” sambung Kompol Untung Kistopo. Satria Utama