JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Yogyakarta Belum Berani Gelar Pendidikan Tatap Muka

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengizinkan pembukaan sekolah di wilayah zona hijau Covid-19 pada tahun ajaran baru 2020/2021, yang dimulai bulan depan.

Terkait dengan itu, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan belum akan menggelar penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dengan metode tatap muka.

“Penerapan KBM dengan metode tatap muka belum bisa diterapkan karena DIY belum menjadi zona hijau,” ujar Sekretaris DIY, R Kadarmanta Baskara Aji di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/6/2020).

Aji menjelaskan, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah di Yogyakarta masih harus melewati serangkaian proses yang tidak instan dan harus dipersiapkan matang.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

“Melihat aturan Kemendikbud, DIY tidak masuk (zona hijau). Kalau kementrian saja bilang tidak, ya kami tidak memaksakan,” ujar Aji.

Soal sistem yang akan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar saat ini, Aji mengungkapkan DIY masih menerapkan sistem daring atau online. Metode itu dirasa lebih aman dan telah melalui evaluasi untuk melihat efektivitasnya.

Aji mengakui sistem pembelajaran tatap muka memang jauh lebih efektif. Namun bukan berarti sistem daring tidak memiliki keunggulan dan tidak layak diterapkan.

“Memang tidak seefektif pada saat tatap muka, tapi sekarang ini arahnya bagaimana belajar daring tapi efektif,” katanya.

Baca Juga :  Kebakaran Toko Roti di Yogya Tewaskan 1 Orang Karyawan

Apabila sistem pembelajaran melalui daring sudah biasa dilakukan, menurutnya, efektivitasnya tentu jauh lebih baik daripada tatap muka. Itu sebabnya, dia mengatakan, akan memaksimalkan dulu metode daring di situasi pandemi ini.

“Untuk metode tatap muka itu alternatif terakhir. Kami juga tidak mau terburu-buru agar tidak membahayakan para pelajar,” ujar Aji.

Mendikbud Nadiem Makarim sebelumnya mengatakan, pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini pembukaan sekolah dengan metode tatap muka dapat dilakukan dengan sejumlah syarat.

Di antaranya wilayah itu harus zona hijau, mendapatkan izin pemerintah daerah, satuan pendidikan harus memenuhi daftar periksa, dan siap melakukan pembelajaran tatap muka serta mendapatkan persetujuan orangtua siswa.

www.tempo.co