JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

2 Pekan Tahun Ajaran Baru, Ribuan Guru Akses Fitur Ruangkelas dari Platform Belajar Online Ruangguru

Ilustrasi guru mengajar. pexels

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama dua pekan tahun ajaran baru, ribuan guru telah mengakses fitur Ruangkelas dari platform belajar online Ruangguru. Hal itu Head of K-12 Products Ruangguru Stephanie Hardjodisampaikan oleh, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, Ruangkelas merupakan inovasi layanan baru yang bertujuan untuk mempermudah proses belajar mengajar dari rumah di tengah pandemi virus corona Covid-19.

“Sejak Ruangkelas diluncurkan dua pekan lalu, layanan gratis Ruangkelas telah digunakan oleh ribuan guru-guru di 22 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua Barat,” ujar dia kepada Tempo, Sabtu, 25 Juli 2020.

Dengan Ruangkelas, kegiatan belajar-mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, bisa dilakukan secara daring tanpa mengeluarkan biaya alias gratis.

Baca Juga :  22 Website, 19 Aplikasi dan 5 Video Conference yang Bisa Diakses dengan Kuota Belajar

Misalnya, pemberian materi belajar dan tugas kepada siswa, diskusi antar siswa dan guru, penilaian hasil belajar, dan lainnya, yang dapat diakses guru melalui laman kelas.ruangguru.com dan oleh siswa di aplikasi belajar Ruangguru.

Menurut Stephanie, Ruangguru mendengar para guru yang mengaku kesulitan menjalankan pembelajaran menggunakan berbagai aplikasi dan gadget. “Dengan ruangkelas, guru dapat melakukan segala kegiatan yang biasa dilakukan di kelas, hanya dengan satu platform saja,” kata dia.

Sementara Kepala Sekolah SMA Unggul Cut Nyak Dhien, Langsa, Aceh, Muhammad Rizky, menerangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberikan tantangan tersendiri untuk menjaga kualitas dan output siswa itu sendiri dan inovasi berkualitas jelas dibutuhkan.

Baca Juga :  Rektor Unisri: Penelitian dan Pengabdian Harus Menjadi Budaya Bagi Dosen

“Ruangkelas gratis dari Ruangguru sangat bermanfaat bagi kami. Setiap anak bisa belajar dengan menyenangkan dan memilih berbagai materi ajaran yang tersedia,” tutur Rizky.

Para guru, Rizky menambahkan, juga dapat memasukkan bahan pelajaran yang akan digunakan untuk proses pembelajaran, serta langsung memantau proses kegiatan belajar mengajar. “Guru dapat mengetahui apakah muridnya aktif atau tidak, sehingga proses evaluasi kegiatan belajar mengajar jadi lebih efektif,” ujar dia.

www.tempo.co