JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Proyek Pembangunan KIT Batang Terus Dimatangkan

Kawasan Industri Terpadu

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Mega proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang menjadi program prioritas dari Pemerintah Republik Indonesia. KIT diproyeksikan akan dibangun pada lahan seluas 4.000-an hektare terus dimatangkan. Bahkan, separuh lebih area KIT tersebut ditargetkan selesai dibangun pada 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Doddy Widodo saat melakukan kunjungan di KIT Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (24/7/2020) seperti keterangan resmi yang diterima, Senin (27/7/2020).

Dengan pembangunan KIT Batang, katanya, akan menjadi magnet untuk menarik para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Segera Tertibkan Kabel yang Semrawut, Pembangunan Jaringan Kabel Bawah Tanah Dikebut

“Sekitar 108 hingga 2.027 hektare akan dibangun sampai tahun 2024. Tidak hanya sebagai daya tarik, tapi menjadi suplai di koridor utara antara Serang Banten, dan Banyuwangi Jawa Timur,” jelas Doddy.

Dijelaskan oleh Doddy lebih lanjut, Kementrian Perindustrian mendukung konsep KIT Batang yang nantinya terintegrasi dengan perumahan buruh, pendidikan, layanan kesehatan serta adanya rantai suplai antarpabrik.

Selain itu, keberadaan KIT Batang menjadi solusi dari keluhan para investor mengenai harga lahan dan fasilitas pendukungnya.

“Keluhan investor utama, yakni harga lahan yang bergejolak tinggi setelah ditetapkan menjadi kawasan industri. Tetapi pada KIT Batang harga lahannya, dan fasilitas yang lebih bersaing serta mampu bersaing dengan Kawasan Industri (di) Cina,” katanya.

Baca Juga :  Penasaran dengan Festival Kota Lama Semarang, Ini Informasi Detailnya

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji mengatakan, saat ini di Indonesia terdapat sekitar 118 kawasan industri, dan KIT Batang menjadi kawasan industri ke 119.

Menurutnya, keberadaan KIT Batang bagaikan bunga yang siap dihinggapi oleh lebah yang akan menghasilkan madu. Bupati berharap dukungan dari berbagai kementerian dengan regulasinya, untuk menjadikan KIT Batang sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Percepat kehadiran para investor, (sehingga) ketika ada investasi, dan ada tenaga kerja, ada perputaran uang maka berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. Satria Utama