JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

228 Bandar Narkoba Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Gerbang masuk menuju Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah / tempo.co
Gerbang masuk menuju Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  -Sebanyak 228 narapidana bandar narkoba dipindahkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM ke Lapas Super Maksimum Nusakambangangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Mereka berasal dari tiga wilayah, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Barat,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2020).

Reynhard mengatakan yang dipindahkan adalah napi dari Jawa Barat. Sebelumnya, sejak 5 Juni 2020 telah dilakukan 3 tahap pemindahan, tahap pertama 41 orang, tahap kedua 44 orang dan tahap ketiga 31 orang.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Ada Dugaan Tindak Pidana dalam Insiden Kebakaran di Kejakgung, Sebut Asal Api Bukan Akibat Korsleting

Total narapidana dari 3 tahap pemindahan tersebut adalah 75 orang, yang merupakan narapidana bandar narkotika dari wilayah DKI Jakarta. Sedangkan Yogyakarta telah memindahkan 22 orang narapidana.

Ia menegaskan narapidana bandar ditempatkan di Lapas Supermaksimum dengan tipe one man one cell. Karena dilakukan di tengah Pandemi Covid-19, Reynhard mengatakan proses pemindahan dilakukan dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Viral Video Emak-emak Gunting Bendera Merah Putih: Jangan Ditiru, Ancaman Hukumannya Nggak Main-main. Bisa Dipenjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

“Ini sebagai wujud dan komitmen tegas kami untuk memberantas narkotika dari bumi Indonesia, khususnya di Lapas dan Rutan,” kata Reynhard.

www.tempo.co