JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bank Daerah Karanganyar Bidik Pasar BUMDes

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badai Covid-19 mendorong industri perbankan gencar melakukan terobosan guna menjaga eksistensi serta stabilitas likuiditas agar terhindar dari risiko.

Bentuk persaingan industri perbankan itu adalah berupaya meluncurkan paket pelayanan yang menarik masyarakat termasuk investor.  Potret itulah yang dilakukan oeh BPR Bank Daerah Karanganyar yang baru saja berubah bentuk menjadi Perseroan Terbatas atau Perseroda.

Bank milik Pemerintah Kabupaten itu gencar membidik pasar Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes se Kabupaten Karanganyar. Diperkirakan besaran pangsa pasar BUMDes mencapai Rp 18 miliar & di 177 desa.  Selain itu PT BPR Bank Daerah Karanganyar akan melakukan terobosan pelayanan guna membidik pangsa pasar retail para pelaku  pelaku bisnis lainnya.

Direktur PT BPR Bank Daerah Karanganyar, Haryono mengatakan  pihaknya memacu kiat pemasaran guna tetap eksis mengingat banyak industri lesu bahkan merugi terhantam badai Covid 19.

“Saat ini kami membidik pangsa pasar baru di luar yang sudah tercover. Salah satunya membidik pasar BUMDes tergolong pasar strategis,” ujarnya.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Naik Jadi 453 Kasus, Jumlah Suspek Tembus 1.910. Jumlah Warga Meninggal Mencapai 90 Orang

Menurut Haryono cover terhadap BUMDes cukup strategis yakni sebesar Rp 17.6 miliar. Dan kemungkinan masih bisa berkembang lagi tiap tahunnya mendapat gelontoran dari APBN. “Kita sedang mempersiapkan sarana pra sarana guna mengantisipasi jika kerjasama bisa terjalin dengan BUMDes”tuturnya.

Haryono menegaskan pihaknya gencar mencari arus masuk dana pihak ketiga DPK melalui peningkatan produk sehingga diharapkan tercipta pangsa pasar baru ditengah kerasnya hadapi persaingan produk industri perbankan yang kian seru.

Sementara terkait posisi kesehatan bank, Haryono menjelaskan PT BPR Bank Daerah Karanganyar sangat sehat dengan Total Asset sebesar Rp 400 miliar atau naik sebesar Rp 50 miliar dari tahun lalu dikisaran Rp 350 miliar.

Sementara Non Pergormance Loan NPL atau tingkat kredit macet tergo long dibatas aman sebesar 1.9%. Sedangkan LDR rasio kredit terhadap likuiditas juga aman di kisaran 90%.

Bahkan menurut Haryono dengan total aset Rp 400 miliar pertumbuhan bank tersebut tergolong prestasi di Kabupaten Karanganyar. Apalagi kewajiban setor margin kepada Pemkab Karanganyar sebesar Rp 4 miliar sudah terlampaui.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemkab Karanganyar selaku pemegang saham mayoritas bisa menambah suppor modal pada tahun anggaran mendatang.

“Kami terus berharap support dari pemerintah dan menghimbau pelaku bisnis atau investor silakan menanamkan modal di bank ini kami terbuka lebar,” ungkapnya.

Dengan adanya suntikan modal maka pihaknya optimis bisa bersaing di level Provinsi Jateng.  Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono berikan apresiasi atas pertumbuhan BPR Bank Daerah Karanganyar menjadi PT. Bupati menghimbau kepada masyarakat Karanganyar untuk peduli nasionalis terhadap daerah. Salah satunya lanjut bupati adalah menanamkan uangnya di bank daerah karena keuntungannya juga  untuk kemakmuran daerah.

“Saya minta warga Karanganyar menabunglah dan simpanlah uang Anda di bank lokal daerah agar mereka hidup. Itu sebagai wujud keberpihakan pada daerahnya sendiri” ungkapnya. (Beni Indra)